Penyuluh Kopi Aceh Tengah Diminta Turun Langsung Dampingi Petani

Penyuluh Kopi Aceh Tengah Diminta Turun Langsung Dampingi Petani

Bagikan:

Penyuluh pertanian di Aceh Tengah didorong tidak hanya menyampaikan teori, tetapi terlibat langsung di kebun binaan agar peningkatan produktivitas kopi dapat diterapkan dan diukur di tingkat petani.

ACEH TENGAH – Penguatan produktivitas kopi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah diarahkan pada perubahan pola pendampingan petani dengan menempatkan penyuluh pertanian sebagai pelaku sekaligus contoh penerapan ilmu budidaya di lapangan.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengatakan setiap penyuluh diharapkan memiliki kebun binaan yang dapat menjadi lokasi praktik dan sumber pembelajaran bagi petani. Pola tersebut dinilai penting agar pengetahuan yang diberikan kepada petani tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan secara langsung.

“Penyuluh harus menjadi pelaku dan contoh, harus memberikan edukasi di lokasi”, ujar Haili Yoga.

Menurut Haili Yoga, peningkatan kapasitas penyuluh dan petani kopi tersebut merupakan tindak lanjut dukungan Pemerintah Pusat setelah dirinya menyampaikan kebutuhan penguatan sumber daya manusia kepada Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pertemuan di Jakarta beberapa hari sebelumnya, sebagaimana diberitakan Antara, Kamis, (24/09/2026).

Tindak lanjut tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Rempah, Obat dan Aromatik (BPSITROA), Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan, serta jajaran Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian dalam kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh dan petani di Aceh Tengah.

Kegiatan pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga teknis, pelaku usaha kopi, dan bidang pertanian. Materi yang diberikan antara lain berkaitan dengan penguatan kolaborasi penyuluh dan petani melalui kebun model dengan sistem tanam pagar yang ramah lingkungan, berbasis kearifan lokal, serta berorientasi pada peningkatan nilai tambah produksi kopi.

Haili Yoga menegaskan peningkatan produksi kopi tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan bibit. Petani juga membutuhkan pengetahuan mengenai teknik budidaya, pemeliharaan, pengelolaan tanah, pemilihan tanaman yang sesuai, serta pemanfaatan ruang kebun secara optimal.

Karena itu, penyuluh diminta menjadi penghubung antara pengetahuan yang dimiliki lembaga teknis dan kebutuhan petani di lapangan. Setiap kegiatan penyuluhan juga diharapkan memiliki indikator yang jelas sehingga penerapannya dapat dipantau berdasarkan kondisi kebun dan kebutuhan petani.

Ia mengapresiasi respons Pemerintah Pusat yang menindaklanjuti kebutuhan Aceh Tengah melalui penguatan kapasitas penyuluh dan petani.

“Kami menyampaikan apresiasi atas respons pemerintah pusat yang telah menindaklanjuti kebutuhan Aceh Tengah melalui penguatan kapasitas penyuluh dan petani,” katanya.

Penguatan peran penyuluh tersebut diharapkan berlanjut pada penerapan teknologi budidaya, pengembangan kebun model, serta pendampingan yang lebih terukur. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan petani dapat berujung pada perbaikan pengelolaan kebun dan produktivitas kopi Gayo di tingkat lapangan. []

Redaksi08.

Bagikan:
Headlines Nasional