Sebanyak 50 rumah di Kampung Khanami, Kabupaten Mappi, hangus terbakar dalam peristiwa yang diduga dipicu mesin diesel, sementara akses sungai dan keterbatasan jaringan komunikasi menjadi tantangan petugas.
PAPUA SELATAN – Akses menuju lokasi kebakaran yang harus ditempuh sekitar satu jam menggunakan perahu cepat menjadi tantangan bagi petugas dalam menangani kebakaran yang menghanguskan 50 rumah di Kampung Khanami, Distrik Assue, Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Api yang muncul pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 16.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) diduga berasal dari mesin diesel yang digunakan sebagai sumber penerangan kampung.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mappi Suparmin mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melainkan gangguan pada mesin diesel. Kepolisian masih melakukan pendataan dan pemeriksaan untuk memastikan penyebab peristiwa tersebut.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut karena mesin diesel yang digunakan untuk penerangan kampung. Kami pastikan, penyebab kebakaran itu bukan karena karhutla,” ucap Suparmin saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026), sebagaimana dilansir Kompas, Jumat (30/10/2026).
Setelah menerima laporan, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Asgon langsung menuju Kampung Khanami. Namun, petugas harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Polsek Asgon dengan menggunakan speedboat karena lokasi kejadian berada di wilayah yang aksesnya mengandalkan jalur sungai.
Besarnya jumlah rumah yang terbakar juga dipengaruhi material bangunan permukiman. Suparmin menjelaskan, sebagian besar rumah warga terbuat dari papan sehingga api cepat merambat dan melalap bangunan di sekitarnya.
Kebakaran tersebut sempat terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial. Rekaman memperlihatkan kobaran api membumbung tinggi dan melahap permukiman warga yang berada di tepi sungai.
Hingga Selasa siang, personel Polsek Asgon masih berada di lokasi untuk membantu warga terdampak, mendata kerugian, serta melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga menghadapi kendala komunikasi karena jaringan internet di Kampung Khanami sulit diakses.
“Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali. Komunikasi di lapangan memang sulit karena di lokasi kejadian koneksi internet juga susah,” ujar Suparmin.
Kondisi geografis dan keterbatasan jaringan komunikasi menjadi tantangan dalam penanganan serta pemantauan dampak kebakaran di Kampung Khanami. Kepolisian masih mengumpulkan informasi di lapangan untuk memastikan penyebab kejadian dan perkembangan penanganan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal. []
Redaksi 1

