PSI Bidik Parlemen 2029, Pengaruh Jokowi Jadi Modal Utama

PSI Bidik Parlemen 2029, Pengaruh Jokowi Jadi Modal Utama

Bagikan:

Kunjungan politik Jokowi ke Lampung dinilai menjadi langkah awal memperkuat PSI agar mampu menembus parlemen pada 2029 sekaligus menjaga peluang politik keluarganya di tengah peta persaingan yang masih dinamis.

BANDAR LAMPUNG – Upaya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menembus parlemen pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 menjadi salah satu fokus langkah politik Joko Widodo setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Kunjungan politik selama tiga hari ke Lampung pada 26–28 Juni 2026 dinilai sebagai langkah awal untuk memperluas pengaruh PSI sekaligus mempertahankan posisi politik keluarga Jokowi di tengah persaingan menuju pemilu mendatang.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi terlihat mengenakan atribut PSI dan mengajak masyarakat mendukung partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Langkah itu dinilai bukan sekadar kegiatan silaturahmi setelah masa kepresidenan, melainkan bagian dari upaya membangun dukungan publik jauh sebelum tahapan kampanye Pemilu 2029 dimulai.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Aditya Perdana, menilai kunjungan ke Lampung merupakan upaya meningkatkan popularitas PSI. Partai tersebut belum pernah memperoleh kursi di parlemen sejak didirikan pada 2014.

“Jokowi is positioning himself to fight under PSI’s banner,” kata Aditya, sebagaimana diberitakan CNA, Kamis, (02/07/2026). Ia menilai kegiatan itu juga berkaitan dengan peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk kembali berpasangan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2029.

Menurut Aditya, membangun dukungan politik sejak dini bukan langkah yang terlalu cepat. Penguatan jaringan dan kepercayaan masyarakat membutuhkan waktu panjang sebelum pemungutan suara berlangsung.

Direktur Eksekutif lembaga kajian Lingkar Madani, Ray Rangkuti, juga melihat keterlibatan Jokowi sebagai upaya mempertahankan pengaruh politik melalui penguatan PSI. Keberhasilan partai tersebut masuk parlemen dinilai dapat membuka ruang lebih besar bagi keberlanjutan karier politik keluarga Jokowi.

“The political fortunes of his children still depend heavily on Jokowi’s popularity,” ujar Ray.

Ia menilai popularitas dan tingkat keterpilihan Kaesang maupun Gibran masih berkaitan erat dengan dukungan politik Jokowi. Keterlibatan mantan presiden itu juga menunjukkan keinginannya untuk tetap berperan dalam dinamika politik nasional, bukan sepenuhnya mundur sebagai tokoh yang telah menyelesaikan masa jabatan.

Peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, memandang kunjungan tersebut sebagai upaya mempertahankan relevansi politik Jokowi setelah hubungannya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memburuk menjelang Pemilu 2024.

Jokowi sebelumnya terpilih sebagai presiden pada 2014 dengan dukungan PDI-P. Namun, hubungan keduanya merenggang setelah Jokowi mendukung Gibran menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo pada Pemilu 2024, sementara PDI-P mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

Wasisto menilai rekam jejak Jokowi selama memimpin Indonesia selama dua periode, termasuk pembangunan infrastruktur dan berbagai program pemerintah, berpotensi dimanfaatkan sebagai modal politik untuk meningkatkan dukungan terhadap PSI.

Partai yang didirikan pada 2014 itu masih menghadapi tantangan besar. Pada Pemilu 2019, PSI gagal memperoleh kursi di parlemen. Hasil Pemilu 2024 juga belum membawa partai tersebut melewati ambang batas parlemen sebesar 4 persen, meskipun memperoleh 2,8 persen suara nasional.

Kaesang bergabung dengan PSI pada September 2023 dan kemudian dipercaya menjadi ketua partai. Ia kembali terpilih pada 2025. Sementara itu, Jokowi saat kunjungan ke Lampung belum tercatat sebagai anggota maupun pengurus resmi PSI.

Meski demikian, Jokowi menyatakan optimistis PSI mampu memperoleh kursi di parlemen pada 2029. Dalam kegiatan partai di Lampung pada 28 Juni 2026, ia menyampaikan target yang lebih besar daripada sekadar menembus parlemen.

“If the goal is simply to get into Senayan (the parliament, as it is located in the district), I’m confident we can,” kata Jokowi.

“But the target we’re aiming for is a big one. Therefore, the (election) machine must also be large and powerful.”

Selain memperkuat PSI, langkah Jokowi juga dinilai berkaitan dengan peluang Gibran mempertahankan posisi sebagai calon wakil presiden pada pemilu berikutnya. Sebelum kunjungan ke Lampung, Jokowi telah mengajak kader PSI mendukung Prabowo dan Gibran untuk kembali maju bersama pada 2029.

Namun, peluang tersebut belum dapat dipastikan. Survei lembaga Poltracking pada Maret 2026 menempatkan Prabowo pada posisi teratas dalam tingkat keterpilihan calon presiden dengan 32,9 persen. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 13,5 persen, disusul Anies Baswedan sebesar 9,2 persen. Adapun Gibran berada di urutan keempat dengan 4,2 persen.

Aditya menilai kunjungan Jokowi juga dapat menjadi sarana meningkatkan kembali visibilitas politik Gibran. Menurutnya, peran Gibran dalam pemerintahan Prabowo belum terlihat menonjol di mata publik.

Di sisi lain, aktivitas politik Jokowi juga berpotensi menjadi perhatian bagi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), partai yang dipimpin Prabowo. Wakil Ketua Umum Gerindra sekaligus Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menanggapi kunjungan tersebut dengan menyampaikan ucapan selamat.

“We from Gerindra, we congratulate him (Jokowi) because it means he’s healthy again, as he was a bit unwell before,” kata Prasetyo kepada wartawan pada 26 Juni 2026.

“And as a figure and statesman, I don’t think there’s a problem either.”

Ray menilai kubu Prabowo memiliki alasan untuk mencermati perkembangan politik tersebut. Menurut dia, Jokowi berpotensi menyiapkan beberapa skenario bagi masa depan politik Gibran, termasuk kemungkinan putra sulungnya itu berpasangan dengan tokoh lain apabila Prabowo memilih calon wakil presiden berbeda.

Meski Jokowi telah menyatakan dukungan bagi pasangan Prabowo-Gibran untuk kembali maju, Wasisto mengingatkan bahwa konfigurasi politik masih dapat berubah sebelum Pemilu 2029.

“There is no 100 per cent guarantee for that because the 2029 election contest could change drastically from current projections,” kata Wasisto.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa persaingan menuju Pemilu 2029 berpotensi berlangsung jauh sebelum masa kampanye resmi dimulai. Namun, kemampuan Jokowi mengalihkan pengaruh pribadinya menjadi dukungan elektoral bagi PSI dan mempertahankan posisi politik keluarganya masih harus diuji melalui respons masyarakat serta perubahan peta koalisi nasional. []

Redaksi 01

Bagikan:
Headlines Internasional Serba Serbi