Sedikitnya lima suara ledakan dilaporkan terdengar di Pulau Qeshm, sementara suara serupa juga dilaporkan dari Bandar Lengeh ketika komunikasi diplomatik Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung.
HORMOZGAN – Laporan sejumlah ledakan di Pulau Qeshm dan kawasan pesisir Bandar Lengeh, Provinsi Hormozgan, Iran, menambah ketidakpastian situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz, Selasa pagi. Hingga laporan tersebut disampaikan, penyebab ledakan belum diketahui dan belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan.
Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA) melaporkan sedikitnya lima suara ledakan terdengar di Pulau Qeshm. Pulau tersebut berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan jalur pelayaran Selat Hormuz.
Laporan terpisah dari kantor berita Fars menyebutkan suara ledakan juga terdengar dari arah laut di sekitar Bandar Lengeh. Namun, belum tersedia keterangan yang memastikan sumber suara maupun kemungkinan keterkaitan antara kedua laporan tersebut.
Belum adanya penjelasan mengenai penyebab ledakan membuat situasi di wilayah itu masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab, dampak kejadian, serta kemungkinan adanya kerusakan belum dapat dipastikan.
Perkembangan tersebut berlangsung ketika komunikasi diplomatik antara Teheran dan Washington masih berjalan melalui perantara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran, Esmaeil Baqaei, pada Senin (2/11/2026) menyatakan kedua negara masih bertukar pesan melalui jalur tidak langsung.
Baqaei juga mengonfirmasi kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi, ke Doha, Qatar. Kunjungan itu dilakukan untuk memfasilitasi komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) melalui mediasi pemerintah Qatar.
Sebagaimana dilansir Anadolu, Selasa, (03/11/2026), ketegangan Iran dan AS berawal dari serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian melancarkan serangan balasan yang menyasar Israel serta aset-aset AS di kawasan tersebut. Kedua pihak selanjutnya mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April.
Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Namun, pelaksanaan kesepakatan itu terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai aspek keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
Laporan ledakan di Qeshm dan Bandar Lengeh kini menjadi perkembangan baru yang perlu dicermati, terutama karena terjadi saat komunikasi diplomatik masih berlangsung. Kepastian penyebab insiden dan dampaknya menjadi penting untuk menilai situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz serta kemungkinan pengaruhnya terhadap upaya meredakan ketegangan kedua negara. []
Redaksi 01

