Retakan Tanah Terus Bertambah, Jalan Tran Hung Dao Tak Bisa Dilalui

Retakan Tanah Terus Bertambah, Jalan Tran Hung Dao Tak Bisa Dilalui

Bagikan:

Hujan lebat berkepanjangan memicu perkembangan longsoran dan retakan tanah di Jalan Tran Hung Dao, sehingga pemerintah setempat menutup ruas berbahaya dan menyiapkan jalur alternatif serta langkah evakuasi.

VIETNAM – Pemerintah setempat menutup sebagian Jalan Tran Hung Dao di Kelurahan Nam Gia Nghia, Provinsi Lam Dong, Vietnam, mulai 20 Oktober 2026 pukul 17.00 waktu setempat setelah tanah di kawasan tersebut ambles lebih dari 40 sentimeter dalam tiga hari pemantauan. Penutupan dilakukan untuk mencegah kecelakaan menyusul munculnya retakan baru yang diduga berkaitan dengan hujan lebat berkepanjangan.

Ruas yang ditutup membentang dari persimpangan jalan baru menuju Jalan Le Duan, di sekitar kantor pusat Perusahaan Listrik Lam Dong cabang Barat, hingga Jalan Nguyen Trung Truc di kawasan permukiman 1. Larangan melintas berlaku bagi kendaraan maupun pejalan kaki sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Pemerintah Kelurahan Nam Gia Nghia menilai kondisi tanah di lokasi tersebut terus memburuk. Hujan yang turun selama beberapa hari terakhir mempercepat perkembangan longsoran dan memunculkan retakan tambahan, sehingga kawasan itu dinilai berisiko bagi pengguna jalan dan warga di sekitarnya.

Untuk mencegah warga memasuki zona berbahaya, pemerintah setempat telah memasang penghalang dan barikade di sepanjang ruas terdampak. Petugas juga diperintahkan memperkuat pengawasan, memasang rambu serta lampu peringatan pada malam hari, dan memantau perubahan kondisi tanah untuk dilaporkan kepada pihak berwenang.

Penutupan jalan tersebut turut disertai pengaturan jalur alternatif. Pengendara dapat menggunakan Jalan Dinh Tien Hoang menuju Sung Duc atau melewati Jalan Thai Phien melalui kawasan permukiman terdekat untuk mencapai Jalan Nasional 14 maupun arah sebaliknya.

Kepolisian setempat diminta meningkatkan patroli guna mencegah pembongkaran penghalang secara ilegal. Langkah ini diperlukan agar kendaraan dan pejalan kaki tidak memasuki ruas yang masih berpotensi mengalami pergerakan tanah.

Selain pengamanan lalu lintas, unsur militer, tenaga medis, dan masyarakat disiagakan untuk membantu proses penyelamatan serta evakuasi warga dan barang-barang milik mereka apabila kondisi memburuk. Unit pengelola infrastruktur juga diminta memastikan keamanan jaringan listrik, pasokan air, fasilitas pencegahan kebakaran, dan kabel telekomunikasi di sekitar lokasi.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat mematuhi rambu pengalihan lalu lintas dan tidak menerobos area yang telah ditutup. Pemantauan kondisi tanah serta kesiapan evakuasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan lebih lanjut selama ancaman longsor masih berlangsung. []

Redaksi1

Bagikan:
Bencana Internasional