Lima Hektare Lahan Pertanian Terdampak Banjir dan Longsor di Dairi

Lima Hektare Lahan Pertanian Terdampak Banjir dan Longsor di Dairi

Bagikan:

Hujan berintensitas tinggi memicu banjir dan tanah longsor di Dairi yang berdampak pada lima hektare lahan pertanian, delapan titik jalan, dan satu jembatan, sementara BNPB mengingatkan warga agar mewaspadai potensi bencana susulan.

SUMATERA UTARA  – Hujan berintensitas tinggi memicu banjir dan tanah longsor yang berdampak pada lima hektare lahan pertanian, delapan titik jalan, serta satu jembatan di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, Jumat (23/10/2026). Hingga Minggu (25/10/2026), penanganan di lokasi terdampak masih berlangsung dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim gabungan, dan masyarakat setempat.

Dampak bencana tersebut dilaporkan BPBD Kabupaten Dairi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kerusakan pada sejumlah akses jalan dan jembatan berpotensi mengganggu mobilitas warga, sementara lahan pertanian yang terdampak dapat memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan rincian dampak bencana tersebut dalam keterangan resmi pada Senin (26/10/2026).

“BPBD Kabupaten Dairi melaporkan seluas lima hektare lahan pertanian, delapan titik jalan, dan satu unit jembatan terdampak peristiwa ini,” kata Berton sebagaimana dilansir Medcom, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima hingga Minggu (25/10/2026), BPBD bersama tim gabungan masih melakukan penanganan di wilayah terdampak dengan dukungan masyarakat. Upaya tersebut diperlukan untuk menangani dampak bencana sekaligus mengantisipasi risiko lanjutan akibat kondisi cuaca.

BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi basah, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang. Warga yang tinggal di sekitar sungai diminta memperhatikan perubahan kondisi lingkungan dan segera mengungsi apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam, jarak pandang terbatas, serta debit air meningkat.

“Bagi warga di wilayah perbukitan juga diimbau untuk waspada terhadap potensi tanah longsor serta memperhatikan kondisi tanah dan lingkungan sekitar,” pesan Berton.

Selain ancaman banjir dan longsor, hujan lebat disertai angin kencang juga berisiko membahayakan warga yang beraktivitas di dekat pepohonan, bangunan, papan reklame, dan tiang listrik. Karena itu, masyarakat diminta menjauhi area yang berpotensi membahayakan keselamatan selama cuaca buruk.

BNPB juga mengimbau warga tidak melakukan pembakaran saat kondisi berisiko dan segera melaporkan kepada petugas berwenang apabila menemukan titik api. Kewaspadaan dan respons cepat masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan tambahan, serta dampak

Redaksi1

Bagikan:
Bencana Berita Daerah