Rubio: Militer AS Awasi Implementasi Gencatan Senjata di Lebanon

Rubio: Militer AS Awasi Implementasi Gencatan Senjata di Lebanon

Bagikan:

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menyatakan terlibat langsung dalam pemantauan pelaksanaan gencatan senjata di Lebanon melalui koordinasi intensif antara militer AS, angkatan bersenjata Lebanon, dan militer Israel. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di tengah masih munculnya laporan dugaan serangan udara Israel meski kesepakatan penghentian konflik telah diumumkan.

Rubio menjelaskan, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) kini memiliki mekanisme pemantauan langsung terhadap berbagai insiden yang terjadi di lapangan. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar setiap laporan mengenai pelanggaran gencatan senjata dapat diverifikasi secara independen.

“CENTCOM (Komando Pusat AS) kini tidak hanya bekerja bersama komando militer Israel, tetapi juga komando militer Lebanon,” kata Rubio kepada para wartawan, sebagaimana dilansir Jpnn, Kamis (25/06/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah AS tidak hanya mengandalkan informasi dari salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

“Kami dapat melihat langsung insiden tersebut dan menilai serta mengukur apa yang sebenarnya terjadi,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Rubio melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah untuk membahas berbagai isu keamanan dan stabilitas regional.

Di sisi lain, Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah dilaporkan telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada 19 Juni 2026. Namun, pada hari yang sama, seorang sumber lapangan militer Lebanon menyebut serangan udara Israel masih berlangsung di wilayah selatan Lebanon.

Sementara itu, upaya diplomatik terus dilakukan melalui putaran baru perundingan yang dimediasi AS di Washington pada 23-25 Juni 2026. Perundingan tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi gencatan senjata sekaligus mencegah eskalasi konflik kembali terjadi. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang