GAZA – Serangan udara yang terjadi di sejumlah titik di Jalur Gaza kembali memicu korban jiwa pada hari kedua Iduladha, Jumat (29/05/2026). Sedikitnya tiga warga Palestina dilaporkan meninggal dunia setelah pesawat nirawak atau drone militer Israel menghantam pos keamanan di kawasan Al-Mawasi, Khan Yunis, bagian selatan Gaza.
Sumber medis dari Rumah Sakit Nasser menyebutkan, selain menewaskan tiga orang, serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa itu terjadi sejak Kamis (28/05/2026) malam hingga Jumat (29/05/2026) dini hari di tengah situasi keamanan yang kembali memanas.
Tak hanya menyerang pos keamanan, militer Israel juga melancarkan serangan ke sejumlah wilayah lain di Gaza. Otoritas pertahanan sipil setempat melaporkan kebakaran melanda tenda-tenda pengungsi di kawasan Al-Mawasi dan Al-Qarara, Khan Yunis, usai terkena hantaman udara.
Di wilayah tengah Gaza, serangan udara juga dilaporkan menyasar area sekitar Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa setelah warga di sekitar kawasan tersebut lebih dahulu mengosongkan permukiman mereka. Kondisi itu memperburuk situasi kemanusiaan yang masih berlangsung di wilayah kantong Palestina tersebut.
Rentetan serangan terbaru ini terjadi saat warga Gaza masih menjalani perayaan Iduladha. Pada hari pertama perayaan, serangan udara intensif di pusat Kota Gaza dilaporkan menewaskan 10 warga Palestina, termasuk dua anak-anak dan dua perempuan, serta melukai puluhan orang lainnya.
Situasi keamanan di Gaza kembali menjadi sorotan karena bentrokan dan serangan udara terus berlangsung meski kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak 10 Oktober 2025 untuk meredakan konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis sebelumnya juga mengumumkan instruksi baru kepada militer untuk memperluas wilayah operasi hingga mencakup 70 persen area Jalur Gaza. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di kawasan itu.
Serangan terbaru di Gaza tersebut sebagaimana diberitakan Arrahmah, Jumat (29/05/2026), menambah panjang daftar korban sipil di tengah belum stabilnya implementasi gencatan senjata antara kedua pihak. []
Redaksi05
