JAKARTA – Upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah mulai terlihat setelah Iran dan Israel menghentikan rangkaian serangan yang kembali memanas dalam beberapa hari terakhir. Di tengah meredanya konflik tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru menyampaikan klaim bahwa negaranya akan segera mendeklarasikan “kemenangan total” atas Iran dalam dua pekan mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam acara kampanye melalui sambungan telepon untuk mendukung Senator Lindsey Graham pada Senin (08/06/2026). Menurut Trump, perkembangan situasi saat ini menunjukkan posisi yang menguntungkan bagi AS dan sekutunya.
“Kita telah menjadi tim yang sangat tangguh, dan saya pikir kita sedang memenangkan pertempuran itu, tetapi Anda benar-benar akan memenangkannya dalam dua minggu ke depan ketika kita mendeklarasikan kemenangan total,” kata Trump.
Trump juga mengaitkan perkembangan tersebut dengan kondisi ekonomi global, khususnya sektor energi.
“Ini akan menjadi kemenangan total. Ini akan terjadi dalam waktu dekat, dan harga minyak akan turun drastis,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Iran mengumumkan berakhirnya gelombang serangan ke wilayah Israel pada Senin pagi waktu setempat. Meski demikian, Teheran tetap memperingatkan akan memberikan respons keras apabila operasi militer Israel di Lebanon terus berlanjut.
Pihak militer Iran menegaskan bahwa Israel dan sekutunya seharusnya telah mengambil pelajaran dari respons yang sebelumnya diberikan Teheran dalam konflik tersebut.
Ketegangan terbaru bermula ketika Israel melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon, pada Minggu (07/06/2026), meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlaku. Serangan itu memicu balasan dari Iran berupa peluncuran rudal ke wilayah utara Israel yang kemudian dibalas lagi oleh Israel melalui serangan udara ke sejumlah sasaran militer Iran.
Melihat eskalasi yang terus meningkat, Trump pada Senin pagi menyerukan penghentian pertempuran melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Seruan tersebut disampaikan beberapa jam sebelum kedua pihak mengonfirmasi penghentian kontak senjata.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi menyatakan pertempuran dengan Iran untuk sementara telah berakhir. Namun, ia menegaskan Israel siap merespons jika kembali menghadapi serangan.
“Untuk saat ini,” ujar Netanyahu mengenai penghentian pertempuran tersebut.
Perkembangan konflik dan pernyataan Trump itu menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah serta pergerakan harga energi global, sebagaimana dilansir Kompas pada Selasa, (09/06/2026). []
Redaksi05

