Tujuh Gerai Apple Ditutup Saat Prancis Siaga Hadapi Demonstrasi

Tujuh Gerai Apple Ditutup Saat Prancis Siaga Hadapi Demonstrasi

Bagikan:

Apple menutup sementara tujuh gerai di Prancis untuk mengantisipasi penjarahan saat demonstrasi, sementara aparat menyiapkan puluhan ribu personel dan pembatasan akses transportasi di Paris.

GERMAIN – Risiko penjarahan di tengah meningkatnya pengamanan demonstrasi mendorong Apple menutup sementara tujuh gerainya di Prancis pada Sabtu (24/10/2026). Langkah tersebut diambil untuk melindungi toko dan barang dagangan dari potensi kerusuhan susulan setelah aksi protes pada pekan sebelumnya berujung pada perusakan dan penjarahan sejumlah toko.

Tiga gerai Apple di Paris yang terdampak ialah Apple Champs-Elysees, Apple Opera, dan Apple Marche Saint-Germain. Ketiganya dijadwalkan kembali melayani pelanggan pada Minggu (25/10/2026), dengan jam operasional terbatas, yakni pukul 12.00 hingga 18.00 waktu setempat.

Empat gerai Apple lainnya di luar Paris juga ditutup pada Sabtu. Sementara itu, toko yang berada di pusat perbelanjaan sekitar Paris diperkirakan tetap beroperasi.

Penutupan tersebut berlangsung ketika otoritas Prancis memperketat pengamanan menjelang demonstrasi di sejumlah wilayah. Pemerintah melarang kegiatan berkumpul di sekitar Champs-Elysees dan menolak usulan rute demonstrasi dari Place de la Republique menuju kawasan Opera.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, Prancis berencana mengerahkan sekitar 70.000 personel polisi dan gendarmerie di seluruh negeri. Di Paris, sebanyak 28 stasiun metro juga dijadwalkan ditutup mulai pukul 09.00 waktu setempat.

Langkah pengamanan itu menyusul demonstrasi pada 17 Oktober 2026 yang awalnya berlangsung relatif damai, tetapi kemudian berkembang menjadi kerusuhan dan penjarahan. Sejumlah toko di sekitar Place de la Republique mengalami kerusakan. Menurut laporan BBC yang dikutip VOI, para demonstran antara lain menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar, meningkatnya biaya hidup, serta memburuknya layanan publik, sebagaimana diberitakan VOI pada 25 Oktober 2026.

Selain menutup gerai, sistem keamanan perangkat Apple juga menjadi perhatian dalam upaya membatasi dampak penjarahan. Perangkat demonstrasi yang dipajang di toko dapat dinonaktifkan secara otomatis ketika dibawa keluar dari lokasi penjualan.

Dalam kasus penjarahan di Apple Lille, perangkat yang dicuri menampilkan peringatan agar dikembalikan kepada Apple Lille. Pesan tersebut menyebut perangkat telah dinonaktifkan dan sedang dilacak, serta pihak berwenang setempat akan diberi tahu.

Kebijakan penutupan sementara ini menunjukkan bagaimana situasi keamanan dapat memengaruhi kegiatan operasional perusahaan ritel, terutama yang menjual barang elektronik bernilai tinggi. Pembukaan kembali gerai dengan jam layanan lebih pendek diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas bisnis dengan kondisi keamanan setempat, sembari menunggu situasi demonstrasi mereda. []

Redaksi1

Bagikan:
Internasional Konflik