Italia Masih Bergejolak, Demonstrasi Biaya Hidup Lumpuhkan Pusat Milan

Italia Masih Bergejolak, Demonstrasi Biaya Hidup Lumpuhkan Pusat Milan

Bagikan:

Ribuan mahasiswa, sopir truk, dan petani kembali berunjuk rasa menentang kenaikan biaya hidup di Italia, sementara pemerintah memperkuat pengamanan dan menyiapkan bantuan ekonomi untuk meredam ketegangan.

ROMA – Gelombang demonstrasi akibat kenaikan biaya hidup terus menekan Italia, meski pemerintah telah memperketat pengamanan dan menyiapkan bantuan keuangan bagi dunia usaha. Ribuan mahasiswa, sopir truk, dan petani kembali turun ke jalan pada Sabtu (24/10/2026), menyuarakan persoalan harga perumahan dan bahan bakar di tengah situasi keamanan yang masih tegang setelah bentrokan pekan sebelumnya.

Aksi berlangsung di sejumlah kota besar, termasuk Milan dan Roma. Di Milan, massa memenuhi kawasan pusat kota hingga menyebabkan lalu lintas terhenti. Sementara itu, sejumlah demonstran di Roma dilaporkan sempat menerobos masuk ke Colosseum, salah satu bangunan bersejarah paling dikenal di Italia.

Pengerahan aparat dalam jumlah besar menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah kerusuhan berulang. Setelah bentrokan di Milan pada pekan sebelumnya, pemerintah mengirim 500 personel militer untuk memperkuat pengamanan kota tersebut. Kepolisian juga melakukan puluhan penggeledahan dan penangkapan menjelang demonstrasi terbaru.

Tekanan terhadap pemerintah tidak hanya datang dari aksi jalanan. Sebelumnya, blokade truk di Italia selatan sempat mengganggu distribusi barang selama sepekan, memicu kelangkaan bahan bakar dan pangan. Aksi tersebut akhirnya dihentikan setelah pemerintah menyetujui sejumlah langkah keuangan untuk membantu pelaku usaha menghadapi lonjakan harga bahan bakar yang terjadi setelah perang di Timur Tengah.

Di tengah upaya meredam gejolak, pemerintah juga mengesahkan dekret yang melonggarkan aturan penahanan bagi anak di bawah umur serta memungkinkan orang tua dikenai denda atas kerusakan yang ditimbulkan anak mereka selama demonstrasi.

Kepolisian turut menangkap seorang pria berusia 30 tahun yang diduga terkait dengan Gerakan 17 Oktober, kelompok yang menyerukan aksi protes. Namun, dugaan keterlibatan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses hukum.

Dalam rangkaian kerusuhan sebelumnya, aparat menangkap sembilan orang dan membawa 371 orang lainnya, termasuk 110 anak di bawah umur, ke kantor polisi untuk pemeriksaan sementara di delapan kota. Penindakan tersebut dilakukan setelah sejumlah demonstrasi berkembang menjadi bentrokan antara massa dan aparat.

Situasi di Italia memperlihatkan bahwa langkah pengamanan dan bantuan ekonomi belum serta-merta mengakhiri keresahan masyarakat. Demonstrasi yang melibatkan berbagai kelompok menunjukkan bahwa persoalan biaya hidup tetap menjadi isu utama yang menuntut penyelesaian lebih luas, sebagaimana diberitakan Kompas pada Senin (26/10/2026).

Ke depan, pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga ketertiban tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat. Kebijakan ekonomi yang mampu meringankan beban rumah tangga, disertai dialog dengan kelompok terdampak, menjadi faktor penting untuk meredakan ketegangan dan mencegah aksi protes kembali berkembang menjadi kerusuhan. []

Redaksi1

Bagikan:
Internasional Konflik