BEIRUT – Serangan udara dan operasi darat Israel di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 31 orang pada Selasa (26/05/2026), meski kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah masih berlaku. Eskalasi terbaru itu memicu kekhawatiran terhadap memburuknya kondisi kemanusiaan dan meningkatnya pelanggaran keamanan di wilayah perbatasan Lebanon-Israel.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut korban tewas terdiri atas sedikitnya empat anak dan tiga perempuan. Selain korban jiwa, serangan di sejumlah wilayah Lebanon selatan juga menyebabkan 40 orang terluka.
Pemerintah Israel menyatakan serangan diperluas untuk meningkatkan tekanan terhadap Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi bagi sedikitnya 50 kota dan desa di wilayah selatan serta timur Lebanon.
Salah satu wilayah yang menjadi sasaran serangan adalah Kota Nabatieh. Seorang koresponden Agence France-Presse (AFP) melaporkan adanya serangan udara setelah peringatan evakuasi dikeluarkan. Kepulan asap terlihat membumbung dari beberapa titik di kota tersebut.
Kantor Berita Nasional Lebanon (National News Agency/NNA) melaporkan salah satu serangan menghantam area sekitar rumah sakit umum di Nabatieh dan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah departemen rumah sakit, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (27/05/2026).
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat korban tewas tersebar di beberapa wilayah. Sebanyak 14 orang meninggal di Burj al-Shamali dekat Tyre, lima orang di Kawthariyat al-Riz, empat orang di Habbush, enam orang di Maarakeh, dan dua orang di Salaa.
Di wilayah Mashghara, Bekaa Barat, serangan udara Israel juga menewaskan 11 orang, termasuk dua anak perempuan dan satu perempuan dewasa. Sebanyak 15 orang lainnya dilaporkan terluka dan tim penyelamat masih melakukan evakuasi puing bangunan.
Militer Israel menyatakan serangan di Mashghara menyasar infrastruktur Hizbullah. Pada hari yang sama, Israel mengklaim telah menggempur lebih dari 100 target Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon sepanjang malam.
Di sisi lain, Hizbullah menyatakan pasukannya menghadapi langsung tentara Israel yang bergerak menuju Zawtar al-Sharqiyah di Lebanon selatan. Kelompok itu mengklaim berhasil memukul mundur pasukan Israel setelah terjadi serangan udara dan tembakan artileri berat.
Hizbullah juga menyebut pihaknya melancarkan serangan drone dan roket terhadap pasukan Israel di wilayah tersebut. Tentara Israel kemudian mengklaim telah mencegat sejumlah drone peledak yang diluncurkan ke wilayah Israel utara.
Ketegangan semakin meningkat setelah pasukan Israel dilaporkan bergerak melampaui “Garis Kuning”, zona yang sebelumnya ditetapkan Israel sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon selatan. Seorang pejabat militer Israel menyebut operasi itu dilakukan untuk mengamankan posisi strategis di lapangan.
Serangan juga terjadi di sekitar Bendungan Qaraoun di kawasan Danau Qaraoun dan Sungai Litani. Otoritas Sungai Litani memperingatkan bahwa serangan langsung maupun tidak langsung terhadap bendungan tersebut dapat memicu risiko bencana bagi permukiman dan infrastruktur penting di wilayah hilir.
Pertahanan sipil Lebanon melaporkan seorang petugas penyelamat meninggal dunia setelah terkena serangan kedua saat mengevakuasi korban di Qaraoun. Sementara itu, serangan di Srifa menewaskan satu petugas penyelamat dari asosiasi Pramuka Risala dan melukai dua lainnya.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut jumlah petugas penyelamat yang tewas sejak konflik berlangsung kini mencapai 121 orang. Otoritas Lebanon juga mencatat lebih dari 3.100 orang meninggal akibat serangan Israel sejak 2 Maret.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya akan terus mengintensifkan operasi militer di Lebanon. Menurut dia, pasukan Israel saat ini bergerak dengan kekuatan besar di lapangan untuk memperkuat zona penyangga keamanan di wilayah utara Israel.
Di tengah eskalasi konflik, juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Farhan Haq menyebut pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon mendeteksi 91 pelanggaran wilayah udara pada Senin. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak gencatan senjata diberlakukan. []
Redaksi05

