GAZA – Israel mengklaim berhasil membunuh pemimpin baru Brigade Ezzedine Al Qassam, Mohammed Odeh, dalam serangan udara yang dilakukan di Jalur Gaza pada Selasa (26/05/2026). Klaim tersebut diumumkan hanya sekitar sepekan setelah Odeh ditunjuk menggantikan Ezzedine Al-Haddad yang lebih dulu tewas dalam serangan Israel pada 15 Mei lalu.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memburu pimpinan Hamas yang dianggap terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
“Komandan sayap bersenjata Hamas di Gaza telah dilenyapkan kemarin dan dikirim untuk bertemu dengan rekan-rekannya,” ujar Israel Katz, sebagaimana dilansir Kompas, Rabu (27/05/2026).
“Atas nama Perdana Menteri dan atas nama saya sendiri, selamat kepada IDF dan Shin Bet atas pelaksanaan yang brilian,” sambungnya.
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Katz menyebut Mohammed Odeh sebelumnya menjabat sebagai kepala intelijen Hamas saat serangan 7 Oktober berlangsung. Odeh juga dituding bertanggung jawab atas penculikan, pembunuhan, dan serangan terhadap warga sipil serta tentara Israel.
“Odeh bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan melukai sejumlah warga sipil Israel dan tentara IDF,” kata Katz dan Netanyahu.
Hingga kini, Hamas belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Israel atas kematian Mohammed Odeh.
Serangan terbaru tersebut menambah daftar pimpinan Hamas yang diklaim telah tewas sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Sebelumnya, Israel juga mengumumkan kematian sejumlah tokoh penting Hamas, termasuk Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar, Mohammed Deif, hingga Mohammed Sinwar yang menggantikan Yahya Sinwar sebagai pemimpin Hamas di Gaza.
Israel terus menggencarkan operasi militernya di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menurut data resmi Israel menewaskan 1.221 orang. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyebut serangan balasan Israel telah menyebabkan sedikitnya 72.803 korban jiwa di wilayah tersebut.
Selain menargetkan Hamas di Gaza, Israel juga memperluas operasi militernya ke Lebanon dengan menyasar anggota Hamas dan komandan senior Hizbullah yang didukung Iran, termasuk mantan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.
Perkembangan terbaru ini diperkirakan semakin meningkatkan tensi konflik di kawasan Timur Tengah yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. []
Redaksi05

