Polisi Ringkus Pelaku Tawuran yang Tewaskan Siswa MTs di Bogor

Polisi Ringkus Pelaku Tawuran yang Tewaskan Siswa MTs di Bogor

Bagikan:

BOGOR – Pengungkapan kasus tawuran yang menewaskan seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasuki babak baru. Kepolisian berhasil menangkap seorang pelajar berusia 16 tahun yang diduga menjadi pelaku kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Penangkapan dilakukan pada Jumat (29/05/2026) setelah penyelidikan atas insiden tawuran antarkelompok pelajar yang terjadi di kawasan Lingkar Dramaga. Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Dramaga AM Zalukhu mengatakan pihaknya telah mengungkap kasus kekerasan terhadap anak yang berujung kematian korban.

“Polsek Dramaga telah melakukan pengungkapan terhadap pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur yang menyebabkan meninggal dunia,” kata AM Zalukhu, sebagaimana diberitakan Detiknews, Sabtu, (30/05/2026).

Menurutnya, barang bukti yang diamankan meliputi satu bilah celurit berukuran 50 sentimeter, pakaian korban, serta sejumlah barang lain yang mendukung proses penyidikan.

“Barang bukti satu buah celurit berukuran 50 Cm, baju, dan celana korban,” jelasnya.

Kasus ini bermula dari tawuran antarkelompok pelajar yang terjadi pada Jumat (17/04/2026) malam di jalur Lingkar Dramaga. Saat menerima laporan, petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Dramaga langsung mendatangi lokasi dan membubarkan kelompok yang terlibat bentrokan.

Namun, saat melakukan penyisiran di sekitar lokasi, petugas menemukan seorang pelajar berinisial SP (16), siswa MTs, dalam kondisi tergeletak di area persawahan tidak jauh dari lokasi tawuran. Korban diduga mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di bagian punggung dan dinyatakan meninggal dunia.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, korban terlihat dievakuasi oleh warga menggunakan sarung sebelum dibawa keluar dari area persawahan menuju lokasi yang lebih mudah dijangkau.

AM Zalukhu mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah keterlibatan anak dalam aksi kekerasan. Menurutnya, pengawasan yang lebih intensif diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Peristiwa kekerasan antarpelajar yang terjadi hingga menyebabkan aksi pembacokan merupakan hal yang sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap biasa. Peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter, akhlak, serta pengendalian emosi anak,” bebernya.

Polisi masih melanjutkan penyidikan untuk mendalami keterlibatan pihak lain dalam tawuran tersebut sekaligus memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara menyeluruh. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal