Gunung Semeru Erupsi Lagi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi Lagi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

Bagikan:

LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur (Jatim) masih menunjukkan intensitas tinggi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami erupsi pada Rabu (03/06/2026) pukul 06.37 WIB, menambah deretan letusan yang terjadi dalam sepekan terakhir menjadi 21 kali.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terbaru tidak dapat diamati secara visual karena kondisi yang tidak memungkinkan. Namun, aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan diterbitkan.

PVMBG mencatat status Gunung Semeru hingga kini tetap berada pada Level III atau Siaga. Kondisi tersebut menunjukkan potensi aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan rawan bencana.

Data pengamatan kegempaan periode pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB memperlihatkan adanya 18 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 22 milimeter dan durasi antara 109 hingga 143 detik. Selain itu, tercatat satu kali gempa guguran dengan amplitudo 3 milimeter selama 82 detik, serta dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 4 hingga 6 milimeter dan durasi 38 hingga 53 detik.

Seiring tingginya aktivitas vulkanik, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar kawasan tersebut, warga juga diminta menghindari area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak gunung.

Data aktivitas gunung api nasional menunjukkan Gunung Semeru masih menjadi gunung api dengan frekuensi erupsi tertinggi sepanjang 2026. Berdasarkan catatan aplikasi MAGMA Indonesia, hingga awal Juni 2026 telah terjadi 2.298 letusan gunung api di Indonesia, dengan Semeru menyumbang 1.154 erupsi atau sekitar separuh dari total aktivitas vulkanik yang tercatat, sebagaimana dilansir Magma Indonesia, Rabu (03/06/2026).

Otoritas vulkanologi berharap masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan guna meminimalkan risiko bencana, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan erupsi Gunung Semeru. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa