SRAGEN – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Sragen terus mendalami kasus dugaan perampokan yang disertai pembunuhan terhadap seorang siswi sekolah dasar berinisial B (11) di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng). Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan pelaku dan jejak-jejak yang mengarah pada kemungkinan keterlibatan lebih dari satu orang.
Peristiwa yang menggegerkan warga tersebut terungkap pada Jumat (05/06/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dengan sejumlah luka akibat senjata tajam. Selain menyebabkan korban jiwa, pelaku juga diduga membawa kabur satu unit sepeda motor milik keluarga korban.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sebilah parang di area dapur rumah korban. Senjata tersebut ditemukan dengan bercak darah dan kini menjadi salah satu barang bukti utama dalam proses penyelidikan.
Kepala Desa (Kades) Dawung, Aris Sudaryanto, mengungkapkan korban kerap berada seorang diri di rumah setelah pulang sekolah karena kedua orang tuanya bekerja.
Menurut keterangan yang dihimpun, ibu korban pulang dari tempat kerjanya di sebuah pabrik rokok dan mendapati putrinya telah tergeletak di dalam rumah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar, perangkat desa, dan aparat kepolisian.
Selain mengamankan barang bukti, penyidik juga menemukan sejumlah jejak kaki asing di lantai rumah korban. Temuan itu menjadi salah satu petunjuk yang tengah didalami untuk mengungkap identitas serta jumlah pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.
Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indyasari, bersama Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sragen, Catur Agus Yudo Praseno, turun langsung memimpin olah TKP dan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
“Kami sudah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi. Mohon waktu agar kasus ini segera dapat kami ungkap,” ujar Kapolres, sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Jumat (05/06/2026).
Hingga kini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri keberadaan sepeda motor keluarga korban yang dilaporkan hilang. Polisi juga belum menutup kemungkinan adanya lebih dari satu pelaku dalam aksi kejahatan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena melibatkan korban anak dan dugaan tindak pidana perampokan yang berujung pada hilangnya nyawa. Kepolisian berharap pengungkapan kasus dapat segera dilakukan guna memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban serta menjaga rasa aman masyarakat. []
Redaksi05

