Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Bagikan:

LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) kembali menunjukkan peningkatan setelah gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi pada Rabu (10/06/2026) pukul 06.30 WIB. Dalam kurun sepekan terakhir, gunung berstatus Level III (Siaga) itu tercatat telah meletus sebanyak 30 kali.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia menunjukkan kolom abu hasil erupsi mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut.

Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 113 detik. Aktivitas ini menambah rangkaian letusan yang terus terjadi di Gunung Semeru sepanjang 2026.

Berdasarkan laporan pengamatan aktivitas gunung api periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi 16 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 12 hingga 22 milimeter dan durasi 78 sampai 140 detik. Selain itu, tercatat tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 4 hingga 8 milimeter serta dua kali gempa harmonik dengan amplitudo 8 hingga 9 milimeter.

Seiring tingginya aktivitas vulkanik, PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta menghindari area sempadan sungai dalam jarak 500 meter dari tepi aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Data MAGMA Indonesia menunjukkan Gunung Semeru menjadi gunung api dengan aktivitas erupsi tertinggi di Indonesia sepanjang tahun ini. Hingga 10 Juni 2026, tercatat 1.219 letusan terjadi di Semeru dari total 2.491 erupsi gunung api yang terekam secara nasional, sebagaimana dilansir Voi, Rabu (10/06/2026).

Meningkatnya frekuensi letusan menjadi indikator penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mematuhi rekomendasi mitigasi bencana guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan jiwa maupun aktivitas di sekitar kawasan rawan bencana Gunung Semeru. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa