Israel Gempur Tyre, Delapan Tewas dan Puluhan Warga Luka

Israel Gempur Tyre, Delapan Tewas dan Puluhan Warga Luka

Bagikan:

TYRE – Serangan udara terbaru Israel di Kota Tyre, Lebanon, menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 32 lainnya pada Selasa (09/06/2026). Insiden ini terjadi di tengah rapuhnya upaya penghentian konflik regional, hanya sehari setelah Israel dan Iran dilaporkan menyepakati penghentian serangan timbal balik.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan menyasar sejumlah kawasan permukiman di Tyre, termasuk distrik al-Massaken al-Shaabiya dan al-Raml. Kepulan asap terlihat membumbung dari sejumlah titik setelah serangan mengguncang kota pesisir tersebut.

Situasi keamanan yang memburuk memicu gelombang pengungsian warga. Untuk pertama kalinya, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk di wilayah Kristen Tyre dengan alasan adanya aktivitas kelompok Hezbollah. Ribuan warga dilaporkan meninggalkan kawasan tersebut menuju wilayah utara sehingga menyebabkan kemacetan panjang di jalur utama.

Eskalasi terbaru itu terjadi meski sebelumnya muncul kesepakatan penghentian serangan antara Israel dan Iran setelah rangkaian serangan di Beirut. Namun, Israel menegaskan operasi militernya terhadap Hezbollah akan tetap berlanjut, sementara Iran memperingatkan akan merespons jika serangan ke Lebanon tidak dihentikan.

Selain di Tyre, serangan Israel juga dilaporkan menewaskan dua orang di Kfar Roummane, dekat Nabatieh. Di sisi lain, Hezbollah mengklaim telah meluncurkan roket dan pesawat nirawak ke sejumlah posisi militer Israel di kawasan perbatasan selatan.

Konflik yang terus berlanjut tersebut turut mempersulit upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam mendorong tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Sejak perang kembali memanas pada awal Maret 2026, lebih dari 3.600 orang dilaporkan tewas di Lebanon. Sementara itu, Israel mencatat 30 personel militer dan empat warga sipil meninggal dunia akibat konflik di kedua sisi perbatasan.

Perkembangan terbaru di Tyre memunculkan kekhawatiran bahwa peluang terwujudnya gencatan senjata yang lebih permanen semakin mengecil. Kondisi tersebut berpotensi memperluas dampak kemanusiaan dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, sebagaimana diberitakan Sinpo, Selasa (09/06/2026). []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang