Polisi Selidiki Penyebab Truk 27 Ton Terguling di Flyover Kranji

Polisi Selidiki Penyebab Truk 27 Ton Terguling di Flyover Kranji

Bagikan:

BEKASI – Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kota masih mendalami penyebab kecelakaan tunggal yang melibatkan truk kontainer bermuatan limbah daur ulang kertas di Flyover Kranji, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (12/06/2026) malam. Salah satu aspek yang menjadi fokus penyelidikan adalah kemungkinan muatan kendaraan yang mendekati kapasitas maksimal serta kondisi teknis truk saat melintasi tanjakan.

Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi Kota Rojali mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

“Kalau untuk muatan, kami tidak bisa memastikan lebih atau kurang. Yang jelas kurang lebih muatannya hampir 30 ton. Masih dalam penyelidikan,” kata Rojali.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, truk kehilangan tenaga ketika menaiki flyover. Kendaraan kemudian bergerak mundur sebelum sopir berupaya mengendalikan situasi dengan membanting setir ke arah kanan hingga kontainer terguling.

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan, sistem operasional truk, serta muatan yang diangkut untuk mengetahui apakah terdapat faktor teknis maupun faktor lain yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.

“Untuk rencana evakuasi, kami sudah memanggil dari pihak perusahaan,” kata Rojali.

Menurutnya, proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan yang lebih parah di jalur tersebut.

Meski menyebabkan gangguan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Bekasi, kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa. Sopir truk hanya mengalami luka ringan berupa memar pada bagian tangan.

“Sopir dalam keadaan sehat walafiat, tidak terjadi sesuatu apa pun. Yang jelas tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” ujar Rojali.

Sementara itu, pengemudi truk bernama Robi mengungkapkan bahwa dirinya sedang mengangkut sekitar 27 ton limbah daur ulang kertas dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Menurut Robi, kendaraan yang dikemudikannya mulai mengalami gangguan saat memasuki tanjakan Flyover Kranji akibat masalah pada sistem transmisi.

“Kronologinya tadi pas nanjak enggak kuat. Transmisinya slip, istilahnya kehabisan napas lah,” kata Robi.

Ia menjelaskan bahwa sebelum perjalanan dilanjutkan, kondisi kendaraan sempat diperiksa. Bahkan, ban truk juga sempat mendapatkan tambahan tekanan angin di kawasan Cakung karena sebelumnya mengalami kekurangan tekanan.

“Di Cakung tadi sempat storing ban juga karena sempat kempes,” ujarnya.

Robi menuturkan truk sempat bergerak mundur hingga sekitar 200 meter setelah kehilangan tenaga. Ia mengaku telah merasakan gejala kerusakan pada sistem persneling sejak melintasi kawasan Harapan Indah.

“Ya saya udah coba buat berhentiin, cuman enggak bisa, tetap. Habis itu saya terbanting,” ujar Robi.

Akibat kejadian tersebut, Robi mengalami memar pada tangan setelah terbentur pintu kendaraan ketika truk terguling.

“Cuma tangan doang kena pintu. Kan sempat kebanting. Udah ini doang, yang lain mah enggak,” katanya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan faktor utama penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan gangguan teknis pada kendaraan maupun kondisi muatan yang dibawa truk tersebut, sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu (13/06/2026). []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Laka