Pencarian Berakhir, Hikmal Ditemukan Tak Bernyawa Usai Diduga Lompat dari Jembatan

Pencarian Berakhir, Hikmal Ditemukan Tak Bernyawa Usai Diduga Lompat dari Jembatan

Bagikan:

GOWA – Tim gabungan pencarian dan penyelamatan menemukan seorang pemuda yang dilaporkan hilang di kawasan Jembatan Kembar, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan penyisiran di Sungai Jeneberang, Sabtu (13/06/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Hikmal (25), warga Bontomajannang, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Sebelumnya, korban diduga melompat dari Jembatan Kembar setelah sepeda motor miliknya ditemukan di lokasi pada Jumat (12/06/2026) malam.

Laporan awal diterima setelah warga menemukan sepeda motor korban di area jembatan sekitar pukul 20.30 WITA. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan segera melakukan pencarian di sekitar lokasi dan aliran Sungai Jeneberang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa, Wahyudin, mengatakan pencarian dilakukan segera setelah laporan diterima dari masyarakat.

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak menerima laporan warga terkait seorang pria yang diduga melompat dari kawasan Jembatan Kembar Sungai Jeneberang,” ujar Wahyudin, sebagaimana dilansir Detikcom, Sabtu, (13/06/2026).

Operasi pencarian melibatkan unsur BPBD Gowa, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), BPBD Kota Makassar, serta Damkar Makassar.

Setelah beberapa jam melakukan penyisiran di sungai, tim gabungan akhirnya menemukan korban sekitar pukul 01.00 WITA pada Sabtu dini hari.

“Korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu dini hari pukul 01.00 Wita setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran di Sungai Jeneberang,” bebernya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga mengalami gangguan kejiwaan sebelum peristiwa tersebut terjadi. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari informasi awal yang diperoleh petugas dan keluarga.

“Diduga korban mengalami gangguan jiwa,” pungkasya.

Peristiwa ini menambah perhatian terhadap pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan bagi individu yang mengalami gangguan kesehatan mental. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara rangkaian peristiwa tersebut telah ditangani oleh pihak berwenang. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa