KEPULAUAN SANGIHE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang perairan di barat laut Tahuna, Kamis (18/06/2026).
Gempa yang terjadi pada pukul 13.57 WIB tersebut terdeteksi berpusat sekitar 225 kilometer barat laut Tahuna dengan kedalaman 10 kilometer. Meski tidak berpotensi menimbulkan tsunami, BMKG meminta warga tetap memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan, “Kedalaman: 10 Km, gempa ini tidak berpotensi tsunami.”
Berdasarkan data BMKG, lokasi gempa berada di perairan barat laut Kepulauan Sangihe. Informasi tersebut sebagaimana diberitakan Detik, Kamis (18/06/2026), yang mengutip laporan pemantauan BMKG terkait aktivitas seismik di wilayah Sulut.
Selain memastikan tidak adanya potensi tsunami, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat terjadi setelah gempa utama.
“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulisnya.
Hingga informasi ini disampaikan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari otoritas terkait guna meminimalkan risiko apabila terjadi aktivitas kegempaan lanjutan. []
Redaksi05

