LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali meningkat dengan empat kali erupsi yang terjadi pada Rabu (01/07/2026). Tinggi kolom letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak, sementara masyarakat diimbau tetap mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan karena status gunung masih berada pada Level III (Siaga).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan hingga Rabu siang pihaknya belum menerima laporan mengenai dampak sebaran abu vulkanik yang ditimbulkan akibat rangkaian erupsi tersebut.
“Kami imbau masyarakat untuk mematuhi semua rekomendasi yang telah ditetapkan pada jarak aman Gunung Semeru,” kata Isnugroho, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (01/07/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.
Isnugroho juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang bermuara dari kawasan puncak Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” kata Isnugroho.
Sementara itu, berdasarkan laporan tertulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.52 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pukul 08.14 WIB dengan kolom letusan setinggi 800 meter.
“Erupsi kedua terjadi pukul 08.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak,” kata Sigit Rian Alfian.
Aktivitas vulkanik kemudian berlanjut pada pukul 09.24 WIB dan 10.10 WIB. Kedua erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1 kilometer di atas puncak dengan arah sebaran dominan ke timur, tenggara, dan selatan. Seluruh aktivitas erupsi terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum antara 14 hingga 22 milimeter serta durasi letusan berkisar 89 hingga 115 detik. []
Redaksi05

