Kapolri memaparkan dugaan jalur metamfetamin cair dari Myanmar Utara melalui Laos dan Thailand hingga Banda Aceh sebelum bahan tersebut diduga diolah menjadi sabu kristal di laboratorium tersembunyi di Pidie.
ACEH – Jalur dugaan penyelundupan metamfetamin cair dari Myanmar Utara menuju Aceh menjadi salah satu temuan dalam pengungkapan laboratorium narkotika tersembunyi di Kabupaten Pidie, Aceh. Bahan tersebut diduga melintasi Laos dan Thailand sebelum tiba di Banda Aceh pada 18 Mei 2026, lalu diolah menjadi sabu kristal di sebuah laboratorium di Kecamatan Mutiara Timur.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Suyudi Ario Seto, memaparkan informasi mengenai jalur tersebut dalam konferensi pers pengungkapan laboratorium narkotika di Pidie, Jumat (23/10/2026). Menurut keterangannya, jaringan itu mulai terdeteksi pada Februari 2026.
“Pada Februari 2026 jaringan narkotika asal Tiongkok terdeteksi mengangkut ratusan kilogram metamfetamin cair dari Myanmar Utara melintasi Laos dan Thailand sebelum tiba di tujuan akhir yaitu Banda Aceh pada 18 Mei 2026,” kata Suyudi, sebagaimana dilansir Modusaceh, Jumat (23/10/2026).
Keterangan tersebut mengindikasikan adanya dugaan rantai distribusi lintas negara yang berkaitan dengan laboratorium narkotika di Pidie. Myanmar Utara disebut sebagai lokasi asal metamfetamin cair, sedangkan Laos dan Thailand diduga menjadi wilayah lintasan sebelum bahan tersebut mencapai Aceh.
Setelah tiba di Banda Aceh, bahan itu diduga dibawa untuk diproses menjadi sabu kristal di laboratorium tersembunyi di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Namun, informasi yang tersedia belum merinci metode pengangkutan menuju lokasi laboratorium maupun identitas seluruh pihak yang diduga terlibat.
Pengungkapan jalur tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran dugaan jaringan narkotika lintas negara. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap peran setiap pihak, asal-usul bahan, serta kemungkinan keterkaitan antara pemasok di luar negeri dan pengolah narkotika di Aceh.
Informasi mengenai jalur masuk dan pengolahan metamfetamin cair tersebut diharapkan membantu aparat mengembangkan penyidikan terhadap jaringan yang diduga terlibat. Meski demikian, rincian mengenai jumlah pasti barang bukti, identitas tersangka, dan perkembangan proses hukum belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia. []
Redaksi1

