Dugaan pemukulan terhadap seorang pemuda memicu aksi balas dendam yang membuat kelompok Bontoala Tua dan Bunga Ejaya kembali bentrok di Makassar dalam dua malam berturut-turut.
SULAWESI SELATAN – Aksi saling balas antarkelompok pemuda di Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), memicu tawuran berulang dalam dua malam berturut-turut. Perselisihan yang bermula dari dugaan pemukulan terhadap seorang pemuda pada Minggu (1/11/2026) berlanjut menjadi serangan balasan di Jalan Bunga Ejaya pada Senin (2/11/2026) dini hari.
Tawuran kedua terjadi sekitar pukul 01.50 Wita dengan melibatkan kelompok pemuda Bontoala Tua dan Bunga Ejaya. Kedua kelompok dilaporkan saling menyerang menggunakan batu, panah busur, dan petasan sebelum personel kepolisian datang untuk membubarkan mereka.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bontoala, Abdul Samad, mengatakan bentrokan tersebut dipicu keinginan salah satu kelompok membalas kejadian sehari sebelumnya.
“Telah terjadi perkelahian kelompok antarkelompok pemuda Bontoala Tua dengan kelompok pemuda Bunga Ejaya menggunakan batu, panah busur dan petasan,” kata Abdul dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Menurut Abdul, rangkaian konflik bermula ketika seorang pemuda dari Kelurahan Bunga Ejayya menjadi korban pemukulan pada Minggu (1/11/2026). Peristiwa itu kemudian memicu kemarahan rekan-rekannya.
“Awal kejadian seorang pemuda Kelurahan Bunga Ejayya yang menjadi korban pemukulan pada hari Minggu tanggal 1 November 2026,” bebernya.
Kelompok pemuda Bunga Ejaya Beru disebut tidak menerima kejadian tersebut dan memilih melakukan serangan balasan terhadap kelompok Bontoala Tua. Tindakan itu membuat perselisihan kembali berkembang menjadi bentrokan terbuka.
“Pemuda Bunga Ejaya melakukan perlawanan terhadap pemuda Bontoala Tua untuk melakukan pembalasan terhadap temannya yang menjadi korban,” jelasnya.
Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala mengerahkan personel ke tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 02.00 Wita. Kedatangan petugas membuat kedua kelompok membubarkan diri.
“Sekitar pukul 02.00 Wita, Polsek Bontoala tiba di TKP dan langsung menghimbau dua kelompok untuk membubarkan diri,” imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan Detikcom, Senin, (02/11/2026), bentrokan pada Minggu dini hari juga berlangsung di Jalan Bunga Ejaya sekitar pukul 01.00 Wita. Peristiwa sebelumnya diduga bermula setelah seorang pemuda dari kelompok Bontoala Tua dipukul menggunakan botol kaca oleh pemuda Bunga Ejaya Beru.
“Pemuda dari Bontoala Tua dipukul kepalanya menggunakan Botol Kaca yang dilakukan oleh pemuda Bunga Ejaya Beru,” ucap Abdul dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Insiden pertama tersebut menyebabkan seorang pemuda berinisial IK (21) mengalami luka lecet pada pelipis kiri dan luka pada bibir. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
“IK mengalami luka lecet pada bagian pelipis sebelah kiri dan luka pada bibir,” bebernya.
Berulangnya bentrokan dalam waktu berdekatan memperlihatkan bagaimana persoalan antarpemuda dapat berkembang menjadi konflik kelompok ketika dibalas dengan tindakan serupa. Upaya pembubaran perlu diikuti langkah pencegahan dan penyelesaian perselisihan agar aksi balasan tidak kembali terjadi serta situasi keamanan di Bontoala tetap kondusif. []
Redaksi 01

