Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Tinggi, Warga Diminta Waspada

Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Tinggi, Warga Diminta Waspada

Bagikan:

FLORES TIMUR – Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi dan banjir lahar hujan menyusul masih tingginya aktivitas vulkanik gunung tersebut dalam beberapa hari terakhir. Hingga Selasa (09/06/2026), status Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berada pada level Siaga.

Kepala Pos Pengamatan Gunung (PPG) Lewotobi Laki-Laki Kecamatan Wulanggitang, Herman Yosep M Boro, mengatakan intensitas erupsi gunung masih tergolong tinggi sejak aktivitas vulkaniknya meningkat pada Jumat (05/06/2026).

“Sesuai laporan kami, intensitas erupsi sampai saat ini masih cukup tinggi,” kata Herman Yosep M Boro, sebagaimana diwartakan Antara, Selasa (09/06/2026).

Berdasarkan data pemantauan, pada Senin (08/06/2026) tercatat delapan kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 800 hingga 1.500 meter dari puncak gunung. Sementara pada Selasa (09/06/2026) dini hari hingga pagi, terjadi enam kali erupsi dengan ketinggian abu berkisar antara 600 hingga 1.500 meter.

PPG mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi guna menghindari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik.

“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi,” kata dia.

Selain ancaman erupsi, warga juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir lahar hujan saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan gunung. Potensi tersebut dapat mengancam sejumlah wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

PPG meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras terjadi di sekitar kawasan puncak gunung. Warga juga diingatkan agar tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut disarankan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu.

“Penggunaan masker penting untuk menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,” kata dia.

Tingginya aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki menjadi perhatian serius karena gunung tersebut sebelumnya mengalami erupsi besar pada November 2024 yang menyebabkan ribuan warga mengungsi. Pemerintah dan petugas pemantauan gunung api terus melakukan pengawasan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa