KENDARI – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyebabkan ribuan warga terdampak dan ratusan rumah terendam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat sebanyak 657 unit rumah terdampak genangan air yang tersebar di 15 titik lokasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan total warga terdampak banjir mencapai sekitar 2.985 jiwa. Kondisi paling parah terjadi di sejumlah kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran Sungai Wanggu.
“Menurut data sementara terdapat 15 titik lokasi banjir,” kata Cornelius Padang di Kendari, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (11/05/2026).
BPBD Kota Kendari mencatat wilayah Kelurahan Kambu menjadi salah satu daerah dengan dampak cukup besar. Sebanyak 100 rumah di Jalan Mangkeray dan 76 bangunan di Jalan Hidayatullah dilaporkan terendam banjir.
Selain itu, di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, banjir merendam 153 unit rumah yang tersebar di lima rukun tetangga (RT). Luapan Sungai Wanggu disebut menjadi penyebab utama naiknya debit air di kawasan tersebut.
“Sementara di Kelurahan Baruga terdapat 23 unit rumah yang terendam banjir di wilayah RT 7, RT 8, dan RT 19,” sebut Cornelius Padang.
Genangan banjir juga meluas ke sejumlah wilayah lain, seperti Kelurahan Poasia yang mencatat 109 rumah terdampak di Jalan Kedondong dan Jalan Kampung Baru. Di Kecamatan Wua-Wua, puluhan rumah di sembilan RT ikut terendam, termasuk 19 bangunan di Jalan La Ode Hadi, Lorong Veteran.
“Banjir juga melanda sejumlah titik di Kecamatan Kadia dan tiga lokasi di Kecamatan Abeli,” katanya.
Tidak hanya permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada lahan persawahan seluas 50 hektare di Kelurahan Baruga serta merusak akses jalan di beberapa titik di Kota Kendari.
Di tengah kondisi cuaca yang belum stabil, BPBD Kota Kendari turut melaporkan adanya bencana tanah longsor yang merusak enam rumah di Anduonohu dan satu unit rumah di Kecamatan Kendari Barat akibat tertimpa material longsor.
BPBD Kota Kendari mengimbau masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. []
Redaksi05

