Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Jumat (29/05/2026), CD mengaku telah membeli sebanyak 20 tabung Whip Pink pada akhir 2025 hingga awal 2026. Temuan tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan peredaran dan penyalahgunaan gas nitrous oxide yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
“Yang bersangkutan telah membeli Whip Pink sebanyak 20 tabung pada akhir tahun 2025 dan awal 2026,” kata Zulkarnain.
Penyidik menemukan bahwa produk yang dibeli CD terdiri atas tabung N2O berukuran 640 gram dan 950 gram. Dalam keterangannya, CD mengaku menggunakan produk tersebut bersama orang-orang di lingkungan terdekatnya.
“Dipakai bersama teman-teman dan pegawainya,” ujar Zulkarnain.
Selain menelusuri penggunaan produk, penyidik juga mendalami mekanisme pembelian Whip Pink. Berdasarkan pengakuan CD, produk itu ditemukan melalui pencarian internet menggunakan kata kunci “whip cream” sebelum diarahkan ke layanan WhatsApp bisnis milik PT Suplaindo Sukses Sejahtera (PT SSS).
“Cara pembelian melalui mengisi formulir yang tertera di WhatsApp bisnis perusahaan PT SSS,” kata Zulkarnain.
Setelah formulir pemesanan diisi, pembayaran dilakukan melalui layanan mobile banking pribadi. Produk kemudian dikirim oleh kurir dan diterima sekitar satu jam setelah transaksi dilakukan.
Dalam pemeriksaan, penyidik juga menggali cara penggunaan gas tersebut. CD mengaku menggunakan Whip Pink dengan memasukkan nozzle ke dalam mulut, lalu memutarnya hingga gas nitrous oxide masuk ke rongga mulut. Setelah itu, ia biasanya menundukkan kepala sambil memejamkan mata.
Kasus ini merupakan pengembangan dari penyelidikan dugaan konsumsi Whip Pink yang melibatkan sejumlah figur media sosial. Hingga saat ini, Bareskrim Polri telah memanggil lima konsumen untuk dimintai keterangan, yakni RV (29), AM (29), CD (29), APG (21), dan ZNM (20).
Dari lima orang yang dipanggil, hanya CD dan AM yang memenuhi panggilan kedua penyidik. Sementara tiga saksi lainnya belum hadir dan akan dijemput paksa menggunakan surat perintah membawa saksi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Perkembangan kasus tersebut menunjukkan upaya penyidik dalam menelusuri rantai distribusi, pola pembelian, serta penggunaan gas nitrous oxide yang diduga disalahgunakan oleh sejumlah konsumen, sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu, (30/05/2026). Penyidikan masih terus berlanjut guna mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut. []
Redaksi05

