KLATEN – Warga Dukuh Beji, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya pada Sabtu (18/04/2026) dini hari, setelah sebelumnya tercium bau menyengat saat ronda malam.
Korban diketahui bernama Dwi Ariyanto (42), yang tinggal seorang diri di rumah tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Klaten, penemuan bermula ketika seorang warga yang sedang berpatroli sekitar pukul 00.15 WIB mencium bau tidak biasa dari arah rumah korban.
Kecurigaan warga kemudian ditindaklanjuti dengan melaporkan temuan tersebut kepada warga lain hingga akhirnya dilakukan pengecekan bersama aparat dan relawan. Ketua Forum Relawan Desa (Foredi), Thulik Nugroho, mengatakan proses evakuasi melibatkan berbagai unsur.
”Saya ditelpon jam 00.15 WIB, kemudian Foredi ke lokasi melakukan evakuasi bersama TRC BPBD, SAR Klaten, Polres Klaten, Koramil, Pak Lurah dan warga,” kata Thulik Nugroho, sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Sabtu, (18/04/2026).
Saat pintu rumah dibuka, korban ditemukan tergeletak di lantai di antara ruang tamu dan dapur dengan kondisi tubuh sudah mengalami pembusukan lanjut.
”Upaya penanganan pemulasaran jenazah dilakukan oleh tim Kamboja Wedi dan SAR Klaten,” kata Indiarto dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Klaten.
Karena kondisi jenazah yang sudah membusuk, proses pemulasaran dan pemakaman dilakukan segera pada hari yang sama sekitar pukul 03.00 WIB di tempat pemakaman umum setempat.
Berdasarkan keterangan warga, korban sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu rumah sakit di Yogyakarta dan diketahui tinggal terpisah dari keluarga yang berada di Jawa Barat. Warga juga menyebut korban terakhir kali terlihat beberapa hari sebelum ditemukan.
”Korban tinggal seorang diri, karena anak dan istrinya tinggal di Jawa Barat,” kata Thulik Nugroho.
Ia menambahkan, korban dikenal baik oleh lingkungan sekitar dan aktif berinteraksi dengan warga. Dugaan sementara, korban telah meninggal sejak beberapa hari sebelum ditemukan.
”Tadi pihak keluarga sudah menerima kematian korban, karena saat pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan, jadi langsung dimakamkan,” ujar dia.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian lingkungan terhadap warga yang tinggal sendiri, terutama untuk memastikan kondisi dan keselamatan mereka secara berkala. []
Redaksi05

