GUNUNGSITOLI – Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias mengerahkan tujuh personel untuk melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang setelah diduga mengalami musibah di perairan sekitar Bozihona, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (11/06/2026).
Operasi pencarian dilakukan setelah keluarga korban melaporkan bahwa nelayan bernama Elfianus Laoli belum kembali ke rumah sejak berangkat melaut pada Rabu (10/06/2026) pagi. Korban diketahui berangkat memancing menggunakan satu unit perahu kecil dari wilayah Desa Simanaere, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli.
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias, korban berangkat sekitar pukul 08.00 WIB menuju perairan Bozihona. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali seperti biasanya.
Keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi keberadaan korban belum berhasil ditemukan. Pada Kamis pagi sekitar pukul 07.40 WIB, keluarga menemukan perahu milik korban dalam kondisi tenggelam di sekitar Pulau Onolimbu.
Mendapat laporan tersebut, petugas komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias segera melakukan verifikasi informasi sebelum mengerahkan tim ke lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias Putu Arga Sujarwadi mengatakan pihaknya langsung menginstruksikan pelaksanaan operasi pencarian setelah menerima laporan dari keluarga korban, sebagaimana diberitakan Sinarpaginews, Kamis, (11/06/2026).
Tim SAR memulai operasi dengan melakukan asesmen di sekitar lokasi kejadian untuk menentukan area pencarian yang dianggap paling berpotensi. Selain personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias, operasi juga melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), nelayan, keluarga korban, dan masyarakat setempat.
Untuk mendukung pencarian, tim menggunakan sejumlah peralatan, antara lain drone termal, kendaraan penyelamat Rescue Car Double Cabin, Inflatable Boat (IB) 04 Nias, peralatan SAR air, peralatan medis, alat komunikasi (Alkom), alat pelindung diri (APD), serta kantong jenazah.
Hingga operasi pencarian dimulai, korban masih dalam status pencarian. Tim gabungan terus menyisir area perairan sekitar lokasi ditemukannya perahu tenggelam dengan harapan korban dapat segera ditemukan. []
Redaksi05

