Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Maluku Tenggara, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Maluku Tenggara, Belum Ada Laporan Kerusakan

Bagikan:

MALUKU TENGGARA – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,8 mengguncang wilayah laut di barat daya Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada Senin (15/06/2026) pagi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan maupun dampak yang dirasakan masyarakat akibat peristiwa tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 06.26.54 WIB atau 08.26.54 Waktu Indonesia Timur (WIT). Episentrum gempa berada pada koordinat 6,17 Lintang Selatan (LS) dan 131,15 Bujur Timur (BT), sekitar 184 kilometer barat daya Maluku Tenggara.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada pada kedalaman 102 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman tersebut membuat energi guncangan berpotensi berkurang sebelum mencapai permukaan.

“Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” terang BMKG, sebagaimana diwartakan Tribun Manado, Senin (15/06/2026).

Hingga kini, BMKG belum merilis informasi terkait skala guncangan yang dirasakan masyarakat atau Modified Mercalli Intensity (MMI). Tidak ada pula laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.

BMKG menjelaskan bahwa gempa berkekuatan kecil atau gempa dengan pusat yang cukup dalam kerap kali tidak dirasakan masyarakat. Hal itu terjadi karena energi getaran dapat teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.

Selain itu, jarak masyarakat dari pusat gempa juga memengaruhi tingkat guncangan yang dirasakan. Kondisi geologi setempat, seperti jenis tanah dan batuan, dapat memperkuat ataupun meredam getaran gempa.

Pemantauan aktivitas seismik menggunakan seismometer memungkinkan BMKG mendeteksi gempa berkekuatan kecil yang tidak dirasakan manusia. Data tersebut menjadi bagian penting dalam pemetaan aktivitas tektonik dan mitigasi kebencanaan di Indonesia yang berada di kawasan cincin api dunia.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan. Kewaspadaan dan pemahaman mengenai karakteristik gempa menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah rawan gempa. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa