FLORES TIMUR – Warga yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diimbau meningkatkan kewaspadaan setelah gunung berstatus Level III (Siaga) itu kembali mengalami erupsi pada Selasa (30/06/2026) pukul 07.21 Wita. Letusan menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak dan berpotensi menimbulkan bahaya hujan abu serta banjir lahar hujan di sejumlah wilayah.
Erupsi terjadi dengan kolom abu berwarna kelabu berintensitas tebal yang bergerak ke arah utara dan timur laut. Berdasarkan pengamatan petugas, tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki Fransiskus Xaverius Masan mengatakan aktivitas erupsi juga terekam melalui alat pemantauan kegempaan.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi ± 2 menit 39 detik,” kata Fransiskus, sebagaimana dilansir Detikbali, Selasa (30/06/2026).
Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawakote,” imbuhnya.
Selain itu, warga yang terdampak hujan abu diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
“Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi di Bandung,” tandasnya.
Pemda Flores Timur terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi bencana. []
Redaksi05

