Iran Tak Tunggu Lama, Langsung Balas Serangan Israel

Iran Tak Tunggu Lama, Langsung Balas Serangan Israel

Bagikan:

YERUSALEM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke wilayah Israel pada Senin (08/06/2026). Serangan balasan tersebut terjadi beberapa jam setelah Israel mengklaim menyerang sejumlah target militer di Iran, di tengah berlangsungnya upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan politik dan keamanan.

Militer Israel menyatakan telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran dan segera mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghalau ancaman tersebut. Otoritas Israel juga menginstruksikan warga untuk memasuki tempat perlindungan guna mengantisipasi dampak serangan.

Berdasarkan laporan sejumlah jurnalis di Yerusalem, terdengar sedikitnya delapan ledakan saat sistem pertahanan udara bekerja mencegat rudal yang mengarah ke wilayah Israel. Beberapa rudal dilaporkan berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran.

Eskalasi terbaru ini dipicu oleh operasi militer Israel yang menyasar sejumlah target militer di wilayah barat dan tengah Iran. Serangan tersebut tetap dilakukan meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri demi menjaga peluang tercapainya kesepakatan dengan Teheran.

Sebagai respons, Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap sejumlah target di Israel, termasuk pangkalan udara Ramat David di dekat Nazareth. Namun, pihak militer Israel mengklaim sebagian besar rudal yang ditembakkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan mereka.

Di tengah meningkatnya konflik, harga minyak dunia turut terdampak. Harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak lebih dari tiga persen pada perdagangan awal pekan dan kembali menembus level 96 dolar AS per barel.

Sementara itu, Trump menegaskan bahwa eskalasi militer tidak akan mengganggu peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.

“Itu tidak akan berdampak pada kesepakatan,” kata Trump kepada Financial Times, sebagaimana dilansir Kompas, Senin, (08/06/2026).

Trump juga menegaskan bahwa dirinya memiliki kendali penuh atas kebijakan luar negeri AS.

“Saya yang mengambil keputusan. Saya yang menentukan semuanya. Dia tidak menentukan keputusan,” ujar Trump, merujuk pada Netanyahu.

Sebelumnya, Trump mengaku telah meminta Netanyahu untuk menahan serangan lanjutan karena proses negosiasi dinilai sudah mendekati titik kesepakatan.

“Kami sangat dekat dengan kesepakatan, atau saya akan menghancurkan mereka,” kata Trump dalam wawancara dengan NBC News yang ditayangkan pada Minggu.

Selain konflik langsung antara Israel dan Iran, situasi kawasan juga dipengaruhi oleh berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Iran menilai penyelesaian konflik di Lebanon harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan damai yang melibatkan Washington dan Teheran.

Ketua parlemen Iran sekaligus kepala negosiator perdamaian Iran, Mohammed Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa pangkalan AS dan aset Israel dapat menjadi sasaran karena dianggap terlibat dalam tindakan yang disebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan mengenai Lebanon.

Di sisi lain, AS tetap menekankan bahwa setiap kesepakatan harus memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Teheran sendiri terus mendorong pencabutan sanksi ekonomi serta pengembalian aset-aset negara yang dibekukan sebagai bagian dari proses negosiasi. Ketidakpastian situasi tersebut membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam tekanan geopolitik yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan ekonomi global. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang