Israel dan Lebanon Sepakat Gencatan Senjata, Jalur Diplomasi Dibuka Kembali

Israel dan Lebanon Sepakat Gencatan Senjata, Jalur Diplomasi Dibuka Kembali

Bagikan:

WASHINGTON DC – Upaya diplomasi yang dimediasi Amerika Serikat (AS) membuka babak baru hubungan Israel dan Lebanon setelah kedua negara menyepakati penerapan kembali gencatan senjata serta melanjutkan pembicaraan politik dan keamanan untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam perundingan yang berlangsung di Washington DC, Rabu (03/06/2026) waktu setempat. Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menyepakati langkah-langkah untuk meredakan ketegangan di perbatasan, termasuk penghentian penuh aksi penembakan oleh Hizbullah yang didukung Iran.

Selain gencatan senjata, Israel dan Lebanon juga sepakat membentuk zona percontohan yang akan berada di bawah kendali eksklusif angkatan bersenjata Lebanon. Kebijakan itu ditujukan untuk mengurangi keterlibatan kelompok non-negara dalam pengelolaan keamanan wilayah tersebut.

Kesepakatan terbaru ini dinilai menjadi pijakan awal menuju penyelesaian konflik yang lebih luas. Kedua negara dijadwalkan kembali bertemu pada 22 Juni 2026 untuk melanjutkan pembahasan jalur politik dan keamanan.

Pemerintah AS menyambut positif perkembangan tersebut dan menilai proses negosiasi menunjukkan kemajuan yang signifikan.

“Kemajuan terus berlanjut di jalur politik dan keamanan saat kita melepaskan diri dari kegagalan 20 tahun terakhir dan maju menuju kesepakatan komprehensif yang bertujuan untuk memulihkan kedaulatan Lebanon dan memastikan keamanan Israel,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott, sebagaimana dilansir Detik, Kamis (04/06/2026).

Menurut Departemen Luar Negeri AS, dialog yang dimediasi Washington terus bergerak menuju titik temu yang lebih konstruktif. Pemerintah AS juga menyatakan pembicaraan lanjutan akan kembali digelar untuk memperkuat hasil yang telah dicapai.

Perkembangan tersebut muncul beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuding Iran berupaya menghambat proses diplomasi yang sedang berlangsung antara Israel dan Lebanon.

Meski belum memiliki hubungan diplomatik formal, kesediaan kedua negara untuk kembali duduk bersama dalam meja perundingan dipandang sebagai langkah penting dalam menjaga stabilitas kawasan. Kesepakatan gencatan senjata dan pembentukan mekanisme keamanan baru diharapkan dapat menekan potensi eskalasi konflik sekaligus membuka peluang terciptanya penyelesaian jangka panjang melalui jalur diplomasi. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang