Kasus Kekerasan di Tepi Barat, 10 Orang Ditangkap Polisi Israel

Kasus Kekerasan di Tepi Barat, 10 Orang Ditangkap Polisi Israel

Bagikan:

Kepolisian Israel menangkap 10 tersangka dan menyita sejumlah barang bukti dalam penyelidikan dugaan penyerangan terhadap diplomat Eropa dan jurnalis asing di wilayah pendudukan Tepi Barat.

TEL AVIV – Kepolisian Israel menangkap 10 orang yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan terhadap diplomat Eropa dan jurnalis asing di wilayah pendudukan Tepi Barat. Penangkapan dilakukan menjelang fajar pada Senin (19/10/2026) sebagai bagian dari penyelidikan atas laporan penyerangan yang terjadi selama akhir pekan.

Dalam operasi tersebut, polisi bekerja sama dengan Badan Keamanan Israel (ISA) dan menyita sejumlah barang serta kendaraan yang diduga berkaitan dengan tindak pidana yang sedang diselidiki. Para tersangka kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan, tetapi kepolisian belum mengungkapkan kewarganegaraan mereka.

“Menindaklanjuti laporan mengenai tindakan kekerasan selama akhir pekan, termasuk dugaan penyerangan terhadap seorang jurnalis asing dan sejumlah diplomat asing, Distrik Yudea dan Samaria bersama Badan Keamanan Israel (ISA) melaksanakan operasi penangkapan menjelang fajar sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung,” kata Kepolisian setempat dalam suatu pernyataan.

“Sepuluh tersangka ditangkap dan dibawa untuk diperiksa,” demikian isi penyataan itu.

Sejumlah media dan politikus menyebut para terduga penyerang merupakan pemukim Yahudi. Penangkapan berlangsung di wilayah Binyamin, kawasan yang mencakup permukiman Israel. Namun, kepolisian belum mengonfirmasi identitas maupun latar belakang para tersangka.

Kasus ini mencuat setelah Pemimpin Redaksi Eksekutif The Washington Post, Matt Murray, pada Jumat menyampaikan bahwa seorang jurnalis surat kabar tersebut diserang pemukim Israel saat menjalankan tugas peliputan di Tepi Barat. Jurnalis yang dimaksud adalah Heidi Levine, seorang fotografer The Washington Post.

Murray bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mendesak otoritas Israel menyelidiki insiden tersebut. Desakan itu menambah perhatian terhadap keamanan jurnalis asing yang meliput di wilayah konflik.

Pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Polandia juga menyatakan bahwa pemukim Israel menyerang sekelompok diplomat Polandia di Tepi Barat. Kelompok tersebut dilaporkan turut mencakup diplomat dari sejumlah negara anggota Uni Eropa.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki rangkaian insiden tersebut. Kantor itu mengecam segala bentuk kekerasan terhadap siapa pun, tanpa memandang agama atau profesi, serta berjanji meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terbukti bersalah.

Penangkapan 10 orang tersebut menjadi langkah awal dalam proses penyelidikan, tetapi belum membuktikan keterlibatan mereka dalam seluruh insiden yang dilaporkan. Perkembangan perkara ini akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan bukti yang dikumpulkan penyidik, termasuk untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyerangan terhadap jurnalis dan diplomat asing. []

Redaksi 03

Bagikan:
Hukum Internasional