Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah, DPRD Kukar Desak Evaluasi Fasilitas

Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah, DPRD Kukar Desak Evaluasi Fasilitas

Bagikan:

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mendorong evaluasi akses jalan, sumber air, mobil tangki, dan hidran setelah kebakaran di Kelurahan Melayu, Tenggarong, dilaporkan menghanguskan sekitar 75 rumah dan bangunan serta berdampak terhadap 62 kepala keluarga.

ADVERTORIAL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur penanggulangan kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk. Langkah tersebut menyusul kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, yang dilaporkan menghanguskan sekitar 75 rumah dan bangunan serta berdampak terhadap sekitar 62 kepala keluarga (KK).

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam memastikan ketersediaan akses jalan, sumber air, mobil tangki, dan fasilitas pendukung pemadaman kebakaran.

Menurutnya, keterbatasan sarana penanggulangan kebakaran berpotensi menghambat upaya petugas dalam menjangkau lokasi kejadian, khususnya di lingkungan permukiman yang memiliki tingkat kepadatan bangunan tinggi.

“Ke depan tidak boleh lagi ada celah bahwa fasilitas itu tidak ada, tidak sempat diadakan, dan seterusnya. Itu tidak boleh lagi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Yani saat meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Posko Kebakaran Kelambu Kuning, Tenggarong, Selasa (06/10/2026).

Peninjauan dilakukan sehari setelah kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Danau Aji hingga Jalan Pesut, Kelurahan Melayu, Senin (05/10/2026) sore.

Berdasarkan informasi kejadian, petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 16.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Api kemudian membesar dan merambat di tengah kawasan permukiman yang dipadati bangunan.

Kondisi tersebut membuat warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi dari rumah masing-masing.

Proses pemadaman berlangsung lebih dari empat jam hingga kobaran api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 21.00 Wita.

Besarnya dampak kebakaran menjadi perhatian DPRD Kukar dalam mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di lingkungan permukiman.

Ahmad Yani menilai penataan akses jalan perlu diperhatikan agar kendaraan pemadam kebakaran dapat menjangkau lokasi kejadian dengan lebih mudah.

Selain akses jalan, keberadaan sumber air atau sumur, mobil tangki, serta hidran kering juga menjadi bagian dari fasilitas yang menurutnya perlu dievaluasi.

Ia mengingatkan bahwa kesiapan infrastruktur penanggulangan kebakaran merupakan kebutuhan penting, terutama bagi kawasan dengan bangunan yang berdekatan dan memiliki keterbatasan ruang untuk mobilisasi petugas.

“Kita harus betul-betul menjadikan dan mengevaluasi kejadian hari ini supaya ke depan tidak terulang lagi,” kata Ahmad Yani.

DPRD Kukar berencana mengevaluasi ketersediaan fasilitas pemadam kebakaran, khususnya pada kawasan permukiman padat dan wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan sarana pendukung yang belum tersedia maupun fasilitas yang perlu ditingkatkan.

Selain menyoroti kesiapan infrastruktur, Ahmad Yani bersama sejumlah anggota DPRD Kukar turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak kebakaran.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat musibah tersebut.

Melalui evaluasi fasilitas pemadam kebakaran, DPRD Kukar berharap upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di kawasan permukiman semakin diperkuat. Ketersediaan sarana yang memadai diharapkan dapat mempercepat penanganan keadaan darurat sekaligus mengurangi risiko kerugian masyarakat apabila peristiwa serupa kembali terjadi. []

Bagikan:
Advertorial DPRD Kukar Headlines