BANJARMASIN – Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan S Parman, Gang Kalimantan 1, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (03/06/2026) pagi, mengakibatkan bangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Banjarmasin ikut terdampak dan mengalami kerusakan parah. Hingga pukul 07.00 WITA, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pemadaman dan pembasahan di lokasi kejadian.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WITA. Api awalnya muncul dari sebuah bangunan di Gang Kalimantan 1 sebelum membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya, termasuk kompleks SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin.
Petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi berupaya mencegah penyebaran api lebih luas. Namun, akses jalan yang sempit dan berada di dalam gang menjadi kendala utama dalam proses penanganan.
“Dekat kantin, dekat kantin,” teriak rekanan pemadam saat memberikan informasi mengenai titik api di area sekolah, sebagaimana diberitakan Wartabanjar, Rabu (03/06/2026).
Selain keterbatasan akses, petugas juga membutuhkan tambahan pasokan air untuk mempercepat pengendalian api. Sejumlah unit mobil tangki dikerahkan guna mendukung proses pemadaman yang berlangsung selama beberapa jam.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian bangunan SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin mengalami kerusakan berat akibat kebakaran. Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti bangunan yang terdampak maupun nilai kerugian belum dapat dipastikan.
SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin merupakan lembaga pendidikan formal yang berada di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarmasin 1. Sekolah yang berdiri sejak 6 Agustus 1983 tersebut memiliki akreditasi A dan menyelenggarakan berbagai program pendidikan serta kegiatan ekstrakurikuler bagi para siswa.
Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Diharapkan proses penanganan dapat segera tuntas sehingga aktivitas masyarakat di sekitar lokasi serta kegiatan pendidikan yang terdampak dapat kembali berjalan normal. []
Redaksi05

