Kebakaran Hebat di Palangka Raya Saat Malam Takbiran, Permukiman Padat Dilalap Api

Kebakaran Hebat di Palangka Raya Saat Malam Takbiran, Permukiman Padat Dilalap Api

Bagikan:

PALANGKA RAYA – Kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Bajau Ranju, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (27/05/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi saat malam takbiran Iduladha 1447 Hijriah itu memicu kepanikan warga karena api cepat membesar dan menjalar ke sejumlah rumah berbahan kayu.

Kobaran api dilaporkan muncul sekitar pukul 00.30 WIB dari salah satu rumah warga di kawasan tersebut. Material bangunan yang didominasi kayu membuat api dengan cepat merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Hingga proses pemadaman berlangsung, jumlah rumah yang terdampak kebakaran belum dapat dipastikan secara resmi. Aparat dan relawan masih melakukan pendataan di lokasi kejadian.

Salah seorang warga setempat, Desi (45), mengaku terbangun setelah mendengar teriakan warga yang panik saat kebakaran mulai terjadi.

”Saya saat itu tengah tertidur pulas. Tidak berselang lama, saya terbangun karena mendengar suara orang-orang berteriak histeris meneriakkan kata kebakaran. Tidak lama setelah itu, petugas jaga malam dengan sigap langsung mengetuk tiang listrik berkali-kali sebagai tanda bahaya darurat,” kenang Desi dengan nada cemas, sebagaimana dilansir Dayak News, Rabu (27/5/2026).

Menurut Desi, kondisi kawasan yang dipenuhi rumah-rumah lama berbahan kayu menjadi faktor utama api cepat menyebar ke bangunan lain.

“Lokasi yang terbakar ini memang sangat padat, mas. Di sini masih banyak bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tipenya lebih ke arah bangunan lama, sehingga api sangat cepat merembet,” terangnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana mencekam dengan suara sirine kendaraan pemadam kebakaran yang terus bersahutan. Warga tampak berupaya menyelamatkan barang-barang dari rumah masing-masing sambil membantu proses pemadaman.

Tim pemadam kebakaran gabungan yang terdiri atas unsur pemerintah, kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan relawan berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke permukiman lain.

Namun, proses pemadaman sempat terkendala minimnya sumber air dan fasilitas hidran di sekitar lokasi kebakaran. Sejumlah armada pemadam terpaksa bergantian mengisi pasokan air dari fire truck berkapasitas besar.

Perwakilan Tim Pemadam Kebakaran Emergency Response Palangka Raya, Jabar Rifandi, mengatakan pihaknya masih terus berupaya melokalisasi titik api meski menghadapi keterbatasan sumber air di lapangan.

”Titik air sangat sulit di lokasi ini. Ini kita dari tim gabungan masih terus berupaya bekerja secara maksimal di lapangan untuk melokalisir perambatan api,” ujar Jabar singkat.

Hingga menjelang subuh, petugas dan relawan masih melakukan penyemprotan serta pembasahan di sejumlah titik untuk memastikan api benar-benar padam total.

Sementara itu, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun total kerugian materi akibat kebakaran tersebut. Pihak kepolisian juga dijadwalkan melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti munculnya titik api di kawasan permukiman tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa