Seorang anggota Polresta Batang meninggal dunia setelah tertabrak truk saat membantu warga menyeberang di jalur Pantura, sementara tiga pengguna jalan lainnya mengalami luka-luka.
JAWA TENGAH – Keselamatan petugas di jalan raya menjadi sorotan setelah seorang anggota Kepolisian Resor Kota (Polresta) Batang meninggal dunia akibat tertabrak truk saat membantu warga menyeberang di jalur Pantai Utara (Pantura), Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (03/11/2026). Kecelakaan tersebut juga menyebabkan tiga pengguna jalan mengalami luka-luka.
Korban diketahui bernama Prihatin Wahyu Wibowo, 47, yang saat kejadian sedang menjalankan tugas pengaturan lalu lintas bersama sejumlah personel kepolisian lainnya. Insiden terjadi ketika korban berada di badan jalan untuk membantu warga menyeberang.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Batang Warsono membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, korban tertabrak truk ketika menjalankan tugas pengamanan dan pengaturan arus kendaraan.
“Korban tertabrak truk saat akan menyeberangkan warga,” ujar Warsono di Batang, Selasa, sebagaimana dilansir Media Indonesia, Selasa, (03/11/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika truk bernomor polisi D 8430 WF melaju dari arah barat atau Pekalongan menuju timur atau Semarang. Kendaraan berat tersebut dilaporkan melaju dengan kecepatan tinggi dan berupaya mendahului sejumlah kendaraan di depannya.
Manuver tersebut membuat pengemudi truk diduga kehilangan kesempatan untuk menghindari petugas yang sedang mengatur lalu lintas di badan jalan. Truk kemudian menabrak korban hingga menyebabkan anggota kepolisian tersebut meninggal dunia.
“Akibat truk melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya menabrak anggota kami yang sedang mengatur lalu lintas di jalan pantura,” jelas Warsono.
Selain merenggut nyawa petugas kepolisian, insiden tersebut mengakibatkan tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka terdiri atas dua pengendara sepeda motor dan seorang pengemudi mobil.
Seluruh korban luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit QIM untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, kepolisian melakukan penanganan terhadap lokasi kecelakaan guna mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan pengemudi truk bernama Saiful Anas untuk menjalani pemeriksaan. Petugas juga menyita kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Batang turut melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan serta mengungkap tanggung jawab pengemudi truk dalam peristiwa tersebut.
“Kami akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan sudah mengamankan truk, serta memeriksa sopir truk,” pungkas Warsono.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan petugas yang menjalankan pengaturan lalu lintas perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pengguna jalan. Kepatuhan terhadap batas kecepatan, kehati-hatian saat mendahului kendaraan, serta kewaspadaan ketika melintasi area pengaturan lalu lintas diharapkan dapat mencegah kecelakaan serupa dan melindungi keselamatan petugas maupun masyarakat. []
Redaksi 01

