Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi 8 Pendulang Emas Tewas di Yahukimo

Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi 8 Pendulang Emas Tewas di Yahukimo

Bagikan:

YAHUKIMO – Komando Operasi (Koops) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Habema menyiapkan proses evakuasi terhadap delapan pendulang emas yang tewas akibat serangan yang diduga dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden itu dilaporkan terjadi pada Rabu (20/05/2026).

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, M. Wirya Arthadiguna, mengatakan seluruh korban merupakan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di kawasan pedalaman Korowai.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas, Kamis (21/05/2026).

Menurut informasi yang dihimpun, kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Dejang Heluka diduga melakukan penyerangan terhadap para pendulang emas tersebut.

Kelompok itu menuding para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar di lokasi pendulangan emas. Namun, tudingan tersebut dibantah Koops TNI Habema yang menegaskan para korban merupakan masyarakat sipil.

Koops TNI Habema kini menyiapkan personel gabungan dan dukungan helikopter guna mempercepat proses evakuasi jenazah dari lokasi kejadian yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain fokus pada evakuasi korban, aparat keamanan juga meningkatkan patroli di wilayah Yahukimo untuk menjaga situasi tetap kondusif pasca-insiden penyerangan tersebut.

‎”Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” katanya.

Wirya menegaskan tindakan pembunuhan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh sebab itu, aparat keamanan akan melakukan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang terlibat dalam serangan tersebut.

Hingga Kamis (21/05/2026) siang, proses persiapan evakuasi masih terus dilakukan dengan dukungan armada udara untuk menjangkau kawasan Korowai yang berada di wilayah pedalaman Papua Pegunungan. Meski situasi keamanan di Yahukimo dilaporkan rawan, aparat memastikan kondisi masih terkendali dan pengamanan masyarakat tetap menjadi prioritas. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal