TANAH BUMBU – Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), resmi ditutup setelah tim gabungan menemukan korban kedua, Martha Rizqi Khamsah, dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (15/06/2026) dini hari.
Korban ditemukan mengapung di aliran sungai menuju hilir, tepatnya di Desa Baruntung Raya, Kecamatan Satui. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang di Desa Sungai Danau Raya.
Penemuan korban pertama kali dilaporkan warga kepada Kepala Desa (Kades) Sungai Danau, Akhmad Saufi. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian dan tim pencarian serta pertolongan (search and rescue atau SAR) gabungan untuk dilakukan evakuasi.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian terdiri atas Kepolisian Sektor (Polsek) Satui, Komando Rayon Militer (Koramil) Satui, Kecamatan Satui, Polisi Perairan dan Udara (Polairud), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Kalsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satui, serta sejumlah perusahaan dan relawan.
Selain itu, unsur pencarian juga melibatkan PT Arutmin Indonesia, PT BIB Indobara, PT STU Banjarmasin (BJM), PT BJG Jamrud Group, Rescue Jhonlin, Persatuan Komunitas Jelajah Rimba (PKJR), Relawan Penanggulangan Korban Sungai (RPKS), nelayan, perangkat desa, ketua rukun tetangga (RT), dan masyarakat sekitar.
Jenazah Martha berhasil dievakuasi sekitar pukul 06.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita) sebelum dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Satui untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dinyatakan selesai, sebagaimana diberitakan media setempat, Senin (15/06/2026).
Sebelumnya, Martha bersama Kania (12) dilaporkan tenggelam di Sungai Danau pada Sabtu (13/06/2026). Kania ditemukan lebih dahulu, sementara Martha baru ditemukan setelah dua hari pencarian intensif.
Berakhirnya operasi pencarian menjadi penutup duka bagi keluarga korban sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam penanganan keadaan darurat di wilayah perairan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai guna mencegah kejadian serupa terulang. []
Redaksi05

