Ratusan pendukung Lula berunjuk rasa di kantor Meta di São Paulo, sementara otoritas pemilu Brasil meminta perusahaan itu membuktikan perlakuan setara terhadap kandidat presiden.
BRASILIA – Tuntutan transparansi platform digital mengemuka menjelang pemilihan presiden Brasil setelah ratusan pendukung Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menggelar demonstrasi di kantor pusat Meta di São Paulo, Rabu, 21 Oktober 2026. Massa mendesak perusahaan tersebut bersikap netral dalam menangani konten politik, menyusul keluhan mengenai pembatasan unggahan dan dugaan perbedaan perlakuan terhadap kandidat.
Para demonstran membawa poster yang meminta Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, tidak memengaruhi jalannya pemilihan presiden. Mereka menyoroti dugaan pembatasan konten yang mendukung Lula, penangguhan sejumlah akun, serta penurunan jangkauan unggahan politik.
Sorotan terhadap Meta juga muncul setelah investigasi media menemukan dugaan perbedaan respons kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) WhatsApp terhadap permintaan pembuatan gambar kampanye Lula dan Flávio Bolsonaro. Temuan tersebut memicu pertanyaan mengenai kesetaraan layanan digital bagi kandidat yang bersaing dalam pemilihan.
Di tengah kontroversi itu, Mahkamah Pemilu Tertinggi Brasil meminta Meta membuktikan bahwa platformnya memperlakukan kedua kandidat secara setara. Perusahaan tersebut diberi waktu 24 jam untuk menunjukkan bukti kepatuhan terhadap ketentuan tersebut.
Jika tidak memenuhi ketentuan, Meta terancam dikenai denda harian hingga 1 juta real Brasil. Ancaman sanksi itu menempatkan pengelolaan konten politik oleh perusahaan teknologi sebagai salah satu persoalan penting menjelang pemungutan suara.
Informasi mengenai demonstrasi dan perkembangan tuntutan terhadap Meta tersebut sebagaimana diberitakan MetroTVNews, Rabu, (21/10/2026).
Kasus ini memperlihatkan meningkatnya perhatian terhadap peran perusahaan teknologi dalam menyediakan ruang kampanye politik yang adil. Transparansi dalam moderasi konten, penanganan akun, dan penggunaan fitur kecerdasan buatan menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses pemilihan presiden Brasil. []
Redaksi 03

