JAKARTA TIMUR – Patroli gabungan yang digelar Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya bersama tim Patroli Perintis Presisi Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Timur membuahkan hasil dengan mengamankan sejumlah pemuda yang diduga terlibat aksi tawuran di kawasan Ciracas, Selasa (26/05/2026) malam.
Kegiatan patroli diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin Kepala Polres (Kapolres) Metro Jakarta Timur, Alfian Nurrizal. Setelah itu, personel gabungan bergerak menyisir sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti Jalan Cipinang Jaya Raya, Jalan Jengki Makasar, flyover Pasar Rebo, hingga kawasan Pasar Rebo.
Patroli tersebut difokuskan untuk mengantisipasi berbagai potensi kejahatan jalanan, mulai dari tawuran remaja, balap liar, peredaran obat-obatan terlarang, minuman keras, hingga tindak kriminal lain yang meresahkan masyarakat.
Di tengah patroli, petugas menerima laporan adanya aksi tawuran di Jalan Tanah Merdeka, Ciracas, Jakarta Timur. Tim kemudian bergerak cepat menuju lokasi dan mengamankan sejumlah pemuda beserta barang bukti untuk selanjutnya dibawa ke Kepolisian Sektor (Polsek) Ciracas guna pemeriksaan lebih lanjut.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya, Henik Maryanto, mengatakan patroli gabungan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Jakarta Timur.
“Patroli gabungan ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman, terutama pada jam-jam rawan. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dengan cepat dan terukur,” kata Henik, sebagaimana dilansir Detik, Selasa (26/05/2026).
Menurutnya, kehadiran personel gabungan di lapangan juga menjadi bentuk respons cepat aparat terhadap laporan masyarakat terkait potensi gangguan kamtibmas.
Polri turut mengimbau masyarakat agar segera melapor melalui layanan darurat 110 apabila menemukan adanya indikasi tindak kriminal atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Langkah itu dinilai penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah situasi berkembang lebih luas. []
Redaksi05

