Pengiriman 2,8 Kg Ganja ke Bandung Digagalkan di Bandara SIM

Pengiriman 2,8 Kg Ganja ke Bandung Digagalkan di Bandara SIM

Bagikan:

ACEH BESAR – Upaya penyelundupan narkotika melalui jalur udara berhasil digagalkan setelah tim gabungan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda (SIM) dan petugas keamanan kargo Bandara Internasional SIM menemukan paket berisi 2,8 kilogram ganja yang hendak dikirim ke Bandung, Jawa Barat.

Paket berisi ganja kering tersebut terdeteksi saat pemeriksaan rutin barang kiriman menggunakan mesin X-Ray di Gudang Kargo Bandara Internasional SIM, Senin (01/06/2026). Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan mendalam sebelum barang bukti diserahkan kepada kepolisian untuk proses penyelidikan.

Komandan Lanud SIM Suryo Anggoro menjelaskan paket mencurigakan itu diketahui akan dikirim melalui jasa ekspedisi dengan tujuan Kota Bandung menggunakan penerbangan komersial yang transit melalui Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

“Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan paket berisi ganja kering dengan berat 2.800 gram atau 2,8 kilogram. Paket tersebut dibungkus sarung hitam yang dilapisi aluminium foil,” katanya.

Menurut Suryo Anggoro, keberhasilan pengungkapan berawal dari kejelian petugas saat memeriksa barang kiriman yang akan diberangkatkan melalui bandara. Kecurigaan terhadap salah satu paket mendorong dilakukannya pemeriksaan lanjutan hingga ditemukan narkotika jenis ganja.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan satu paket berisi narkotika jenis ganja. Selanjutnya, narkotika jenis ganja tersebut diserahkan ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh guna penyelidikan lebih lanjut,” kata Suryo Anggoro, sebagaimana dilansir Antara, Senin (01/06/2026).

Ia menegaskan sinergi antara personel Lanud SIM, petugas keamanan bandara, dan instansi terkait menjadi faktor penting dalam mencegah peredaran narkotika melalui fasilitas penerbangan.

“Pengungkapan pengiriman ganja tersebut merupakan hasil sinergi dan kewaspadaan personel Lanud SIM bersama petugas keamanan bandara serta instansi terkait lainnya dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara Internasional SIM,” kata Suryo Anggoro.

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh mulai mendalami asal-usul paket dan pihak yang terlibat dalam pengiriman barang haram tersebut. Polisi akan menelusuri identitas pengirim melalui berbagai alat bukti, termasuk rekaman kamera pengawas di area pengiriman kargo.

“Kami segera memeriksa rekaman kamera pantau guna mengidentifikasi siapa yang mengirimkan ganja tersebut serta mengungkap sindikat pelaku,” kata Andi Kirana.

Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang diduga berada di balik upaya pengiriman ganja tersebut. Aparat berharap pengungkapan ini dapat mempersempit ruang gerak peredaran narkotika sekaligus memperkuat pengawasan keamanan di jalur transportasi udara. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal