TASIKMALAYA – Aksi percobaan pencurian di Kampung Cinusa, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), berubah ricuh setelah pelaku menyerang warga menggunakan parang saat aksinya dipergoki. Akibat kejadian tersebut, dua warga mengalami luka sabetan senjata tajam.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (25/05/2026) ketika seorang pria berinisial AS diduga mencoba membobol rumah milik warga berinisial E dengan cara mencongkel jendela rumah. Namun, aksinya diketahui pemilik rumah dan warga sekitar sebelum pelaku berhasil melarikan diri.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tasikmalaya Kota Andi Purwanto mengatakan, pelaku sempat masuk ke dalam rumah sebelum akhirnya dihadang warga yang berupaya menggagalkan pencurian tersebut.
“Pelaku melakukan percobaan pencurian dengan cara mencongkel jendela rumah korban. Namun, sebelum berhasil masuk, aksinya diketahui pemilik rumah dan saksi di lokasi,” ucap Andi sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis, (28/05/2026).
Saat hendak diamankan, pelaku justru melakukan perlawanan menggunakan sebilah parang panjang. Dua warga berinisial W dan A yang mencoba membantu pengamanan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dari pelaku.
Polisi kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah identitas pelaku dikenali warga karena masih berasal dari kecamatan yang sama. Pelaku akhirnya berhasil diamankan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Cisayong bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota.
Andi menyebutkan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku saat beraksi, di antaranya parang sepanjang 36,63 sentimeter, penutup wajah, ransel, kaus singlet, serta celana panjang hitam.
“Barang bukti di antaranya satu bilah golok sepanjang 36,63 sentimeter, penutup wajah, ransel, kaus singlet, serta celana panjang hitam yang dipakai pelaku saat beraksi. Karena ada korban luka, kami juga mengamankan surat visum dan keterangan medis korban,” tambah dia.
Saat ini, tersangka telah ditahan di Polsek Cisayong untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak kriminal lain di wilayah berbeda.
“Meski pelaku sudah diamankan, polisi belum berhenti mengembangkan kasus tersebut. Aparat masih mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak kriminal lain di wilayah berbeda,” ujar dia.
Kejadian tersebut memicu kekhawatiran warga sekitar terhadap aksi kriminalitas di lingkungan permukiman. Polisi mengimbau masyarakat segera melapor melalui layanan darurat 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau dugaan tindak kejahatan di lingkungan masing-masing. []
Redaksi05

