Pesawat Latih T-34 Jatuh Saat Simulasi Darurat, Militer Taiwan Bergerak

Pesawat Latih T-34 Jatuh Saat Simulasi Darurat, Militer Taiwan Bergerak

Bagikan:

KAOHSIUNG – Otoritas militer Taiwan membentuk satuan tugas khusus untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat latih militer jenis T-34 di Pangkalan Udara Gangshan, Kota Kaohsiung, Taiwan, Selasa (02/06/2026). Kecelakaan yang terjadi saat latihan simulasi kegagalan mesin tersebut menewaskan dua pilot yang berada di dalam pesawat.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan insiden terjadi sekitar pukul 08.08 waktu setempat di ujung utara landasan pacu pangkalan udara. Pesawat nahas itu sedang menjalani sesi pelatihan ketika mengalami kecelakaan.

“Pesawat T-34 jatuh selama latihan simulasi kegagalan mesin,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Selasa, (02/06/2026).

Dua korban tewas telah diidentifikasi sebagai Lu dan Guo. Namun, pihak militer belum mengungkap identitas lengkap maupun rincian lebih lanjut terkait kronologi kecelakaan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, militer Taiwan langsung membentuk tim investigasi guna mengumpulkan data dan menelusuri faktor-faktor yang menyebabkan pesawat latih itu jatuh. Hingga kini, hasil penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi yang diumumkan kepada publik.

Juru bicara Angkatan Udara Taiwan juga belum memberikan keterangan tambahan mengenai insiden tersebut saat dimintai tanggapan oleh media internasional.

Peristiwa ini menambah catatan kecelakaan yang melibatkan armada udara militer Taiwan dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, pada Januari 2026, sebuah pesawat tempur F-16 dilaporkan jatuh ke laut di wilayah timur Taiwan saat menjalankan misi pelatihan rutin.

Dalam insiden F-16 tersebut, pilot diduga sempat melakukan pelontaran diri sebelum pesawat menghantam laut. Namun hingga saat ini keberadaan pilot itu masih belum diketahui.

Otoritas Taiwan berharap investigasi yang sedang berjalan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan pesawat latih T-34 sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan penerbangan militer pada masa mendatang. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Laka