Polisi Tewas Saat Atur Lalu Lintas, Ini Pengakuan Sopir Truk di Batang

Polisi Tewas Saat Atur Lalu Lintas, Ini Pengakuan Sopir Truk di Batang

Bagikan:

Seorang anggota Polsek Tulis tewas setelah truk boks menabrak sejumlah kendaraan di jalur Pantura Batang, sementara pengemudi mengaku sistem pengereman kendaraannya tidak berfungsi maksimal.

JAWA TENGAH – Dugaan gangguan fungsi pengereman menjadi salah satu hal yang disorot dalam kecelakaan beruntun yang menewaskan seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Tulis di jalur Pantai Utara (Pantura), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (3/11/2026). Truk boks bernomor polisi D 8430 WF yang melaju dari arah barat menuju timur menabrak sejumlah kendaraan di depan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tulis sekitar pukul 06.46 WIB.

Kecelakaan tersebut menewaskan anggota Polsek Tulis, Prihatika Wahyu Wibowo (47), yang saat kejadian sedang mengatur lalu lintas di persimpangan. Insiden itu juga mengakibatkan sejumlah pengguna jalan mengalami luka-luka.

Rekaman kamera pengawas (closed-circuit television/CCTV) berdurasi sekitar 25 detik memperlihatkan kondisi lalu lintas yang cukup ramai sebelum kecelakaan terjadi. Sejumlah kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pikap, truk hingga bus, melintas di kawasan tersebut.

Dalam rekaman itu, beberapa kendaraan dari arah barat menuju timur terlihat memperlambat laju hingga berhenti untuk memberikan kesempatan kepada pengendara sepeda motor yang hendak menyeberang dari persimpangan gang.

Namun, sebuah truk boks berwarna kuning tiba-tiba muncul dari arah belakang dengan laju yang tidak terkendali. Kendaraan tersebut sempat menghindari mobil pikap di depannya dengan mengarahkan kemudi ke kiri, tetapi justru menabrak sejumlah kendaraan dan orang yang berada di jalurnya.

Nur Rozikin (20), relawan Jagabaya Batang yang berada di sekitar lokasi, mengatakan truk tersebut melaju cukup kencang tanpa terlihat melakukan pengereman meskipun kendaraan lain sudah berhenti.

“Mobil boks itu dari arah barat ke timur, lajunya kencang. Tidak ada pengereman sama sekali. Padahal kendaraan lain sudah berhenti,” kata Nur Rozikin di lokasi, Selasa (3/11/2026), sebagaimana diberitakan Detik, Selasa, (03/11/2026).

Menurut Nur, Wahyu sempat memberikan isyarat kepada pengemudi truk agar menghentikan kendaraannya. Namun, upaya tersebut tidak berhasil mencegah tabrakan.

“Pertama menabrak sepeda motor, kemudian mobil Mazda. Setelah itu baru menabrak almarhum Aipda Wahyu dan kendaraan lainnya,” ungkapnya.

Truk tersebut juga menabrak mobil Mazda putih bernomor polisi H 1256 LW yang datang dari arah utara dan hendak menyeberangi jalan. Setelah menghantam sejumlah kendaraan, truk terus melaju sambil menyeret mobil hingga akhirnya berhenti di sisi kiri jalan.

Pengendara dan penumpang sepeda motor dilaporkan mengalami luka pada bagian kaki. Sementara itu, pengemudi mobil Mazda mengalami lebam di wajah. Seluruh korban luka kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) QIM untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Batang, Dwi Panji Lestari, menjelaskan kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat pengemudi truk kurang berkonsentrasi ketika melakukan pengereman.

“Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi truk diduga kurang konsentrasi saat melakukan pengereman. Namun, laju truk tidak berhasil dihentikan,” kata Dwi Panji.

Berdasarkan pendataan kepolisian, kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, pengemudi truk boks berinisial SA (24) mengaku sedang mengangkut muatan infus dari Bandung menuju Surabaya. Ia menyebut kendaraannya melaju dengan kecepatan sekitar 50–60 kilometer per jam ketika mendekati lokasi kejadian.

“Kecepatan sekitar 50 sampai 60 kilometer per jam. Di depan ada kendaraan melambat, kaget. Saya langsung banting pindah lajur ke kiri,” kata kata Saiful saat ditemui di Satlantas Polresta Batang.

Saiful mengaku telah berusaha menghentikan kendaraan dengan menginjak pedal rem. Namun, menurut pengakuannya, sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Terus saya mencoba mengerem dari jauh, saya kocok-kocok rem, rem terus itu nggak berhenti, nggak nutup,” ungkap Saiful.

“Akhirnya saya agak banting stir… serong kiri, terus nabrak itu,” imbuhnya.

Peristiwa tersebut menyisakan duka bagi keluarga dan rekan kerja korban. Wahyu dimakamkan sekitar pukul 14.00 WIB di tempat pemakaman Siwatu, Kecamatan Wonotunggal. Prosesi pemakaman turut dihadiri jajaran Polresta Batang serta rekan-rekannya semasa bertugas di Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Perbedaan keterangan mengenai dugaan gangguan pengereman dan kurangnya konsentrasi pengemudi menjadi aspek penting dalam pengungkapan kecelakaan tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab insiden sekaligus menjadi bahan evaluasi keselamatan kendaraan angkutan barang di jalur Pantura. []

Redaksi 01

Bagikan:
Berita Daerah Laka