TARAKAN – Seorang remaja bernama Ismail (18) yang ditemukan meninggal dunia di lantai dua sebuah rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Gusher, Kelurahan Karang Rejo, Senin (13/04/2026). Hingga kini, penyebab kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
Korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya, Yusril, sekitar menjelang salat Isya atau sekira pukul 19.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA), dalam kondisi terbaring dan bersimbah darah di lantai dua ruko.
Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Umar, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian lantaran sedang melaksanakan salat Isya saat peristiwa berlangsung. “Pas saya tinggal salat, tidak tahu apa-apa. Pulang juga belum ramai, tidak ada yang mencurigakan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Benuanta, Selasa (14/04/2026).
Menurut Umar, sebelum kejadian tidak terdengar suara keributan maupun teriakan dari area sekitar pasar. “Tidak ada juga teriakan atau ribut-ribut. Tiba-tiba saja sudah kejadian,” terangnya.
Ia menambahkan, korban kerap terlihat membantu usaha orang tuanya dan sesekali bermalam di lokasi tersebut. “Sering lihat dia jualan. Kadang juga tidur di situ,” ucapnya.
Keterangan serupa disampaikan warga lainnya, Barokah, yang menyebut korban diketahui sedang menjalani pengobatan rutin. “Iya, obat jalan. Biasanya obat jalan, ya mungkin kalau dosisnya saya tidak tahu paham penyakitnya, tapi informasi dari keluarga memang selama ini masih dalam proses pengobatan rutin ke Puskesmas,” terangnya.
Sementara itu, Lurah Karang Rejo Sugeng Utomo mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian sekitar pukul 20.09 WITA dan langsung mendatangi lokasi. Menurutnya, korban merupakan warga Rukun Tetangga (RT) 03 Karang Rejo dan sudah lama membantu usaha keluarga di ruko yang disewa sebagai tempat berjualan.
“Korban sehari-hari memang beraktivitas di situ membantu orang tuanya,” jelasnya.
Sugeng menjelaskan, saat kejadian anggota keluarga diduga berada di bagian belakang area usaha sehingga tidak berada di dekat korban. “Informasinya keluarga ada di belakang, di kandang, masih aktivitas,” katanya.
Ia juga menyebut korban ditemukan di lantai dua bangunan yang terbuka tanpa sekat kamar. “Di lantai dua, tidak ada kamar, posisinya terbuka,” ungkapnya.
Saat ini jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jusuf SK Tarakan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kelurahan masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis dari kepolisian untuk memastikan penyebab kematian korban. “Untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan, masih menunggu hasil olah TKP dari kepolisian,” tutupnya. []
Redaksi05

