Karhutla di Jawa Tengah selama Januari hingga 25 Oktober 2026 membakar sekitar 3.438,64 hektare hutan dan lahan, dengan estimasi kerugian mencapai Rp3,34 miliar.
JAWA TENGAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Tengah menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp3,34 miliar selama Januari hingga 25 Oktober 2026. Dampak tersebut mencakup lahan milik masyarakat dan kawasan hutan negara, dengan total area terbakar mencapai sekitar 3.438,64 hektare berdasarkan laporan per 28 Oktober 2026.
Kepala Bidang Penaatan Lingkungan Hidup dan Perlindungan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Soegiharto, menjelaskan bahwa kerugian terbesar tercatat pada lahan masyarakat, sedangkan sisanya berasal dari kawasan hutan negara.
“Kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan ini diperkirakan mencapai Rp 3,34 miliar, terdiri dari Rp 2,50 miliar pada lahan masyarakat dan sekitar Rp 841,97 juta di kawasan hutan negara,” ujar Soegiharto dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026), sebagaimana dilansir Kompas, Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan laporan yang sama, kebakaran di kawasan hutan negara mencapai 1.763,64 hektare. Sementara itu, lahan masyarakat yang terbakar tercatat seluas 1.675 hektare.
“Dari jumlah tersebut, kebakaran di kawasan hutan negara mencapai 1.763,64 hektare, sedangkan kebakaran di lahan masyarakat seluas 1.675 hektare,” ujarnya.
Besarnya luas area terdampak menunjukkan bahwa karhutla menjadi persoalan yang mencakup kawasan hutan negara maupun lahan milik warga. Selain kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, luasnya area terbakar juga menjadi perhatian dalam upaya perlindungan lingkungan.
Data tersebut menjadi pengingat pentingnya pencegahan dan pengawasan kebakaran secara berkelanjutan, baik di kawasan hutan negara maupun lahan masyarakat, agar risiko kerugian serupa dapat ditekan pada periode berikutnya. []
Redaksi 1

