KYIV – Serangan drone dan rudal Rusia kembali mengguncang sejumlah kota di Ukraina pada Senin (15/06/2026) dini hari, memperlihatkan masih tingginya eskalasi konflik meski upaya diplomasi internasional terus berlangsung. Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan pembicaraan melalui telepon.
Ibu kota Ukraina, Kyiv, menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan sejumlah bangunan apartemen mengalami kebakaran akibat serangan tersebut. Kompleks Kyiv-Pechersk Lavra, situs bekas biara bersejarah di pusat kota, juga dilaporkan terkena dampak serangan.
Menurut Klitschko, sekitar 140.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik akibat serangan yang terjadi pada dini hari.
“serangan musuh ini,”
ungkap Klitschko melalui Telegram, sebagaimana dilansir Bloomberg, Senin (15/06/2026).
Serangan udara Rusia juga menyasar Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, menyatakan lima petugas penyelamat tewas saat menjalankan misi evakuasi warga sipil.
Selain Kyiv dan Kharkiv, serangan turut dilaporkan terjadi di Dnipro dan Kryvyi Rih di wilayah tengah Ukraina. Otoritas setempat menyebut serangan tersebut berlangsung dalam skala besar.
Peristiwa ini terjadi ketika perundingan damai yang dimediasi AS antara Kyiv dan Moskow masih menemui jalan buntu. Pada saat yang sama, perhatian Trump juga tersita oleh perkembangan konflik lain di Timur Tengah, khususnya terkait Iran.
Kremlin menyebut percakapan telepon antara Putin dan Trump berlangsung “hangat dan terbuka” pada Minggu (14/06/2026), bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Trump. Secara terpisah, Trump juga berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Zelensky mengungkapkan bahwa pembicaraannya dengan Trump berlangsung positif dan keduanya dijadwalkan bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh (G-7) di Prancis.
“Kami sepakat untuk membahas lebih lanjut hal ini dalam pertemuan kami di KTT G-7,” kata Zelenskyy.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan pembicaraan Putin dan Trump mencakup berbagai isu internasional, termasuk negosiasi AS-Iran, hubungan Washington-Moskow, serta serangan terhadap target sipil di Rusia.
Di sisi lain, Ukraina juga terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur strategis Rusia, termasuk fasilitas kimia dan penyimpanan minyak. Kyiv menyebut langkah tersebut sebagai upaya untuk mengurangi pendapatan energi Rusia yang menopang operasi militernya.
Hingga kini, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait substansi pembicaraan Trump dengan Putin maupun Zelensky. Sementara itu, serangan terbaru menunjukkan bahwa konflik Rusia-Ukraina masih jauh dari penyelesaian meski jalur diplomasi terus diupayakan berbagai pihak. []
Redaksi05

