Rusia Peringatkan Serangan Baru ke Ukraina, Warga Asing Diminta Pergi

Rusia Peringatkan Serangan Baru ke Ukraina, Warga Asing Diminta Pergi

Bagikan:

KYIV – Pemerintah Rusia memperingatkan akan meningkatkan intensitas serangan ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dengan sasaran yang disebut sebagai pusat pengambilan keputusan dan pos komando militer. Moskow juga kembali meminta warga negara asing serta diplomat meninggalkan kota tersebut di tengah meningkatnya eskalasi konflik kedua negara.

Ancaman itu disampaikan setelah Rusia meluncurkan puluhan drone dan rudal ke sejumlah wilayah Ukraina sepanjang akhir pekan lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan empat orang, melukai puluhan warga, serta menyebabkan kerusakan di berbagai titik di Kyiv.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut operasi militer itu dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Ukraina terhadap sekolah kejuruan di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia dan menewaskan 21 orang.

“Dalam keadaan saat ini, Angkatan Bersenjata Rusia mulai melancarkan serangan sistematis terhadap fasilitas industri militer Ukraina di Kyiv,” kata kementerian luar negeri Rusia dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (26/05/2026).

“Serangan akan menargetkan pusat pengambilan keputusan dan pos komando… Kami memperingatkan warga negara asing, termasuk personel misi diplomatik dan organisasi internasional, untuk meninggalkan kota itu sesegera mungkin,” tambahnya.

Dalam serangan terbaru, Rusia disebut menggunakan rudal hipersonik Oreshnik yang menurut Moskow mampu melaju hingga 10 kali kecepatan suara dan dapat membawa hulu ledak nuklir.

Pemerintah Ukraina menilai ancaman Rusia tersebut sebagai bentuk tekanan politik dan psikologis di tengah perang yang masih berlangsung sejak Februari 2022.

“Kami sekarang memberi tahu mitra kami bahwa mereka tidak boleh menyerah pada semua pemerasan Rusia ini,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha.

Sebelumnya, Rusia juga sempat mengeluarkan peringatan serupa kepada warga asing dan diplomat pada awal Mei 2026 ketika Moskow mengancam akan melakukan serangan besar-besaran ke pusat kota Kyiv apabila Ukraina mengganggu parade militer di Lapangan Merah.

Konflik Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun kini terus menunjukkan peningkatan eskalasi. Perang tersebut menjadi salah satu konflik paling mematikan di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II dan memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap stabilitas keamanan kawasan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang